726201616581Di desa Umpungeng, yang merupakan titik tengah negara Indonesia (centre point Indonesia),  Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak mengambil sumpah dan melantik ratusan pejabat pemerintah Soppeng, Kamis malam (25/08/2016). Nuansa adat mewarnai tempat dan prosesi pelantikan yang dimulai pada pukul 10 malam tersebut.

Persiapan pelatikan dilakukan beberapa hari sebelumnya. Nampak sejumlah posko kesehatan dan aparat Satpol PP, Kepolisian serta TNI ditempatkan dibeberapa titik di lereng gunung yang merupakan jalan menuju desa Umpungeng yang hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua.

 

Dilantiknya pejabat di Umpungeng, Bupati Soppeng beralasan bahwa Umpungeng yang merupakan centre point Indonesia memiliki history sejarah yang penting yang dapat dijadikan motivasi dalam menjalankan tugas bagi pejabat dalam membawa masyarakat Soppeng ke arah yang lebih baik.

“Arung Umpugeng itu konsisten dan komitmen, Umpungeng kampung peradaban kuno bugis bernama tanah rigella, tanah maradeka, tanah ancajigeng, toddang angin, tanah boccoe, dan Umpungeng dari kata Assisumpungeng artinya silaturahmmi. Inilah tempat dimana dimana pernah menjadi pusat pertemuan bangsa-bangsa bugis, menggelar upacara-upacara pelantikan” jelas Bupati Soppeng.

“Jabatan bukanlah suatu hal yang mesti disombongkan dan dibanggakan, dan bersiaplah untuk dikritisi, dan malam ini jadi sejarah bahwa makna tempat pelantikan di Umpungeng ini merupakan motivasi dan dorongan yang kuat untuk memperbaiki daerah kita, ini sangat sakral dan jangan ada yang coba-coba berbuat hal-hal apa yg tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat” tegasnya.

Sejumlah Pejabat yang dilantik adalah 28 pejabat eselon 2 yang merupakan hasil dari seleksi pengisian jabatan eselon 2 yang dilakukan beberapa waktu lalu. Selain itu adapula 103 pejabat eselon 3, sejumlah badan pengawas RSUD Latemmamala, badan pengawas PDAM, serta badan pengawas Perusda yang turut dilantik dan diambil sumpahnya.

 

Menurut Bupati Soppeng, mutasi tersebut berdasarkan kewenangan yang diberikan berdasarkan aturan yang ada, dengan memperhatikan norma-norma kegawaian yang berlaku, kinerja, kompetensi, integritas dan berbagai aspek manajemen sumber daya manusia lainnya.
“apa yang telah kita tandatangani adalah suatu perjanjian, siapapun anda setelah melakukan kesepahaman pejanjian maka wajib untuk kita laksanakan, konsekuensinya harus kita pertanggunjawabkan, kalau tidak mampu apa boleh buat kita beri kesempatan kepada yang lain” kata Bupati Soppeng.

“Dinamika menjalankan pemerintahan pasti ada, mari kita sama-sama menghadapi dan menjalankan semua dengan hati yang ikhlas, tanggungjawab yang besar, dan kita sama-sama buktikan bahwa pemerintahan Soppeng sekarang memang dan sudah patut untuk dibanggakan, bisa mewarnai masyarakatnya dengan hal-hal yang baik” tuturnya.

 

Selain prosesi pelantikan, juga diadakan renungan malam yang dibawakan oleh Wabup Soppeng Supriansa. Acara tersebut merupakan renungan sebagai motivasi dan bekal bagi pejabat dalam menjalankan tugas nantinya.(Hasriadi/Humas Soppeng)