Kaswadi : Kami Bertekad Mengembalikan Kejayaan Sutera

Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE bersama jajarannya menerima kedatangan Tim Koordinasi dan fasilitasi pengembangan industri Sutera Provinsi Sulawesi Selatan di rumah jabatan bupati Soppeng jalan pengayoman Watansoppeng, Rabu 11 juli 2018.

Bupati Soppeng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kaswadi menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir kami bertekad mengembalikan kejayaan sutera. Presiden RI Suharto pernah datang dua kali ke daerah ini saat jayanya sutera di sini namun kemudian mulai reduk dan terbengkalai karena beberapa faktor diantaranya tidak berkualitasnya bibit sutera.

“Mencoba menggali potensi kembali untuk dikembangkan dan Besar harapan kami tim dari tim provinsi dapat membantu”tuturnya

Kaswadi menuturkan bahwa pengembangan sutera di sini akan lebih cepat karena Masyarakat soppeng sudah pintar dan tinggal dikembangkan.

“Potensi ini dan hanya perlu perhatian yang maksimal seperti keberhasilan kami dapat mengimpor bibit dari china”ungkapnya.

Bupati Soppeng mengungkapkan bahwa Bibit sutera dari perum tidak mampu menghasilkan benang yang maksimal seperti kualitas dari bibit sutera dari china.

“alhamdulillah kami sudah mengimpor pertama sejumlah 300 box di tahun 2017 dan pada tahun 2018 mengimpor 500 box dan semuanya diberikan gratis pada petani sutera”jelasnya.

“Bahkan kami telah menbangun “kampong sabbeta” (kampung sutera) yang menjadi daerah yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik atau internasional” lanjutnya.

Kaswadi menambahkan bahwa Saat ini sudah bisa memproduksi benang rata 12 sd 15 kg per bulan dengan luas lahan 200 HA untuk penanaman murbei.

“Kami menyiapkan traktor yang besar dan bisa dipakai secara gratis demi percepatan lahan penanaman murbei karena Kami berharap bisa terserap 2000 box ke depan” jelasnya.

Namun demikian, lanjut kaswadi, Masih banyak kendala dan butuh pemikiran bersama dengan melibatkan berbagai instansi karena Benang yang sudah diproduksi belum bisa diterima dengan baik dan dibutuhkan alat produksi yang canggih.

Selain itu, tambah Kaswadi, Bahwa hampir semua penyuluh ulat sutera sudah pensiun dan perlu disiapkan penyuluh baru yang lebih ahli demi menghasilkan petani yang lebih pintar.

“Kepada pemerintah Provinsi Sulsel supaya bisa fokus dalam pengembangan sutera ini dalam mengembalikan kejayaan sutera karena Murbei mulai dari akar, batang sampai daunnya bisa dipergunakan”harapnya.

Dr.Since Erna Lamba. SP, MP selaku kepala biro perekonomian Setda Prov.SULSEL dalam sambutannya. Mengatakan bahwa kami sedang melaksanakan Pengembangan sutera dari hulu ke hilir yang bertujuanmengembangkan sutera yang merata dan lebih berkualitas

“Kita mengharapkan dengan kegiatan ini, seluruh pelaku sutera mulai dari produsen sampai ke penjual semuanya sama sama untung dan sejahtera” tuturnya

Dia menjelaskan bahwa lokasi pengembangan sutera yakni Soppeng, wajo, sidrap dan engrekang. “Mendorong kota pengrajin untuk bangkit kembali demi Memperbaiki kualitas benang kita yang dulunya luntur bisa lebih baik begitunya dengan desainnya lebih bagus dan cantik”tambahnya

Demi kelanjutan kegiatan ini kami berharap bisa tertuang dalam RPJMD daerah kita demi kelancaran peningkatannya produksi sutera ini. Rencana Tim ini akan melakukan kunjungan ke perkampungan Sutera di tajuncu kecamatan donri-donri.

Turut hadir Kepala balitbangda provinsi Sulsel, Sekda Soppeng, Asisten dan staf ahli setda, para kepala Dinas terkait, para kepala bagian Perekonomian setiap kabupaten se Sulawesi Selatan direkur CV.Massalangka, para pelaku usaha Sutera Kabupaten Soppeng