Malam “MAPPAKURU SUMANGE” Supriansa, SH, MH (Wakil Bupati Soppeng)

Puluhan Ribu orang memadati Lapangan Gasis Watansoppeng untuk menyaksikan Malam “MAPPAKURU SUMANGE SUPRIANSA, SH, MH (Wakil Bupati Soppeng)” yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kamis 20 September 2018.

Kegiatan ini dalam rangka melepas dan mengantar Bapak Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Bupati Soppeng. Kegiatan ini di tandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia oleh Bupati Soppeng dan Penanggalan Atribut dan tanda jabatan oleh Wakil Bupati Soppeng yang selanjutnya di serahkan kepada Bupati Soppeng. Seperti di ketahui, Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH mundur dari jabatannya lantaran beliau menjadi Calon Anggota DPR RI.

Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya menuturkan malam ini kita mengantar, melepas dan menyaksikan Bapak Wakil Bupati Soppeng mengakhiri jabatannya, Kaswadi tak kuasa membendung air matanya saat berpelukan dengan Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH. Terima kasih atas kehadiran kita semua di tempat ini.

Dengan berlinang air mata, Bupati Soppeng menyampaikan Saudaraku Supriansa, tidak terasa kebersamaan kita sudah 2 tahun 7 bulan. Namun sebelumnya kita berjuang bersama, kita tertatih tatih, suka dan duka mengantar kita meraih mandat kepercayaan masyarakat Soppeng. Setelah itu, selama 2 tahun 7 bulan menjalankan roda Pemerintahan dengan komitmen bersama bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Kita bersama telah membuktikan, walaupun belum bisa memuaskan semua pihak, belum sempurna apa yang kita kerjakan bersama. Masih panjang perjalanan ini. Masih jauh dari harapan masyarakat. Namun, situasi dan kondisi yang mengharuskan kita berpisah sementara dalam pengabdian ini.

Saudaraku, yakinlah perjuangan ini belum tuntas bagi kita berdua. Kita telah bersepakat, kita telah berjanji bersama dengan keyakinan yang kita yakini bersama bahwa kita akan berbuat yang terbaik bagi Bumi Latemmamala yang kita cintai bersama.

Di saat kepergian saudaraku, apakah saya mampu, apakah saya bisa tanpa kebersamaan ini. Tanggung jawab besar yang ada di pundak kami sekarang, janganlah biarkan kami, kami masih butuh saudaraku. Dan tentunya para saudara saudaraku, para Pejabat, para jajaran Pemerintahan Daerah dan seluruh lapisan masyarakat, kami mohon 2 tahun 5 bulan ke depan masih banyak yang harus kami selesaikan. Masih banyak yang harus kita kerjakan, kami butuh saudara saudaraku sekalian. Untuk itu, kami ikhlas, kami menerima Kenyataan ini dan kami bersama keluarga akan mengembang tugas dan tanggung jawab ini apapun akan kami jalankan. Apapun yang menjadi kewajiban kami tetap akan kami buktikan dan laksanakan yang sudah kami janjikan kepada masyarakat walaupun dalam keadaan kesendirian kami. Kami yakin, pasti kita semua tidak akan membiarkan kami dalam kesendirian. Kami ikhlas mengabdikan diri kami untuk daerah yang kita cintai. Saudaraku Supriansa, selamat jalan, selamat berjuang, yakinkan diri saudaraku, kami akan selalu berada di belakangmu.

Supriansa, SH, MH dalam sambutannya menuturkan terima kasih atas dukungan kalian semua kepada saya dan Bapak Bupati Soppeng dalam menjalankan roda Pemerintahan selama 2 tahun 7 bulan malam ini yang bukan waktu yang singkat untuk kita lalui. Tertatih tatih kita melewati dari hari pertama sampai hari terakhir saya berdiri di hadapan saudara saudaraku semuanya. Terima kasih juga kepada seluruh tim sukses Akar Super, malam ini maafkan saya, maksud hati ingin melanjutkan 5 tahun kebersamaan saya bersama Bapak Bupati Soppeng. Tetapi karena niat yang baik, karena harapan yang lebih besar, yang bisa saya persembahkan buat Bumi Latemmamala, saya rela meninggalkan Jabatan saya, pangkat saya, Baju Dinas saya, semuanya itu demi masyarakat Kabupaten Soppeng. Kalau saya hanya berpikir untuk Anakku, Istriku, sudah cukup saya memiliki gaji dan tunjangan, Rumah Dinas beserta fasilitasnya sebagai Wakil Bupati Soppeng. Selama menjalankan roda Pemerintahan, Bapak Bupati Soppeng memberikan kelonggaran kepada saya sehingga saya yang selalu kelihatan exsis dan tampil di depan. Semua itu sudah kami atur bersama. Bapak Bupati mengerjakan yang berat berat, urusan yang di kantor saya yang mengurusnya. Urusan kedisiplinan pegawai, pengawasan saya yang mengurusnya. Urusan bertemu rakyat di lapangan, menghadapi banjir dan bencana Bapak Bupati yang mengerjakan. Tak satu kalipun beliau mengeluh. Bapak Bupati Soppeng mengajak saya berpasangan dalam Pilkada dengan niat untuk membangun Soppeng. Malam ini saya bukan lagi Wakil Bupati Soppeng. Sekarang saya berpidato sebagai orang yang pernah menjadi Wakil Bupati Soppeng. Sekarang saya adalah rakyat biasa. Semua program dan kegiatan yang kami janjikan kepada masyarakat sebagian besar telah kami laksanakan. Janji kami yang belum terlaksana ada dua poin yang pertama pembangunan stadion dan bendungan. Alhamdulillah Stadion H. A. Wana sementara dalam proses tender dan akan segera di kerjakan menggunakan anggaran dari Kementrian Olahraga sebesar 4 Milyar. Sementara itu, bendungan yang akan kita bangun membutuhkan anggaran yang besar. Akan tetapi jika menggunakan anggaran APBD kita, akan membuat pekerjaan yang lain terbengkalai. Untuk itu, kami berusaha mencari anggaran lain demi memenuhi pembangunan bendungan. Atas kesepakatan saya bersama Bapak Bupati Soppeng, kami mencoba jalan lain demi memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya petani. Hal inilah yang menginspirasi saya mundur sebagai Wakil Bupati untuk maju sebagai Calon Anggota DPR RI. Ketika saya mencoba melakoni hal tersebut, penuh tanda tanya di pikiran saya, belum tentu setelah saya berhasil bertengker di Senayan sana, belum tentu saya bisa mewujudkam semua mimpi mimpi saya ini, tetapi setidak tidaknya saya sudah bisa memperlihatkan pengorbanan dan nyali saya bahwa saya meninggalkan kepentingan pribadiku hanya karena saya mengedepankan kepentingan kita semua khususnya kepentingan petani di Soppeng ini. Bapak Bupati menyampaikan kepada saya, resiko itu harus memang ada. Saya katakan siap menerima resiko itu. Saya berjanji di hadapan puluhan ribu masyarakat Kabupaten Soppeng malam ini Raga saya pergi, badan saya meninggalkan Bumi Latemmamala, tetapi pikiran pikiran, jiwaku dan perasaanku tetap ada bersama Bapak H. A. Kaswadi Razak. Maafkan saya jika selama saya berada di Kabupaten Soppeng ada kekeliruan saya. Terkhusus kepada seluruh SKPD dan ASN, maafkan saya jika selama saya membantu Bapak Bupati Soppeng menjalankan roda pemerintahan, ada kata kata saya yang keras. Saya bersama keluarga berat sekali meninggalkan Bapak Bupati. Kebaikan Bapak Bupati yang mengangkat saya menjadi seperti sekarang ini, menjadi di kenal oleh masyarakat. Rasa rasanya hati ini tak ingin beranjak, tapi karena ada cita cita yang besar dan mulia, Insya Allah kami mohon doata semuanya.

Kegiatan ini di meriahkan oleh Selfi dan Nabila

Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan DPRD Soppeng, para Anggota Forkopimda, Sekda Soppeng, Asisten dan Staf Ahli Setda, para Kepala SKPD, para Kabag Setda, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se kabupaten Soppeng, para ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta tamu undangan lainnnya.