Ini Harapan Sekda Soppeng Ketika Menghadiri Acara Program Peningkatan Peran Keluarga Menuju Ketahanan dan Kesejahteraan P2K3

Tim pembina peningkatan peran keluarga menuju ketahanan dan kesejahteraan (P2K3) melakukan pertemuan dalam rangka evaluasi P2K3 di ruang pola kantor bupati Soppeng, Kamis 25 oktober 2018.

Sekertaris daerah, A. Tenri Sessu mengatakan bahwa, keberadaan program peningkatan peran keluarga menuju ketahanan dan kesejahteraan (P2K3) diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat desa. Peningkatan peran keluarga menuju kesejahteraan memerlukan percepatan, untuk itu diharapkan dan diharuskan kita melibatkan seluruh fungsi OPD untuk terlibat dalam pembinaan karena kita punya batas waktu untuk menyelesaikan pembinaan ini.

Implikasi dari pembinaan ini akan membutuhkan waktu, tenaga dan finansial jadi diharapakan semua yang terlibat untuk melakukan pembinaan dapat mempersiapkan itu semua. Dan hal yang perlu dicermati dalam pembinaan nantinya adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas dari sikap dan perilaku rumah tangga.

Sementara kadis pemberdayaan perempuan, A. Nurlina mengatakan bahwa, Pembinaan 100 rumah miskin yang dilakukan tahun lalu di labokong akan dilakukan lagi tahun ini di desa Tetewatu Kecamatan Lilirilau kabupaten soppeng dan tahun 2019 kegiatan P2K3 kita lakukan lagi di kecamatan Liliriaja. Berdasarkan dari surat Bupati semua SKPD akan turut serta melakukan kegiatan pembinaan P2K3, dari program ini kita akan mengangkat masyarakat dari tidak berdaya menjadi berdaya.

Sebelum melakukan pembinaan di rumah masyarakat kita terlebih dahulu melakukan pendataan. Dari beberapa rumah yang di data dipilih 100 rumah yang memenuhi kriteria, Ada 28 rumah tangga yang belum memiliki jamban, 18 rumah rusak sedang, 8 rumah rusak berat , 44 rumah tangga yang didalamnya ada penderita penyakit kronis dan beberapa rumah tangga yang belum memiliki bpjs, buku nikah, anak putus sekolah, dan anak tidak memiliki akte kelahiran, selain itu ruang lingkup P2K3 juga meliputi pembinaan keagamaan dan kesehatan orang sakit jiwa.

Diharapkan setelah pembinaan ini nantinya tidak akan ada lagi anak yang putus sekolah tidak ada anak yang tidak memiliki akte kelahiran, buku nikah dan tidak memiliki jamban serta tidak akan ada lagi masyarakat yang tidak tersentuh oleh fasilitas kesehatan.

Turut hadir perwakilan Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Para Kepala SKPD, Pengurus TP-PKK serta tamu undangan lainnya.