Puskesmas Sewo temui langsung Pasiennya di Puncak Gunung

Sebagai wujud pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka puskesmas sewo dalam satu tahunnya mendatangi masyarakat langsung ke daerahnya di puncak gunung baik di desa umpungeng maupun desa mattabulu.
Seperti yang dilakukan hari ini, sabtu 01 Desember 2018, tim puskesmas kelilin dipimpin langsung oleh dokter umum dr.yonatan prawirya setyanugraha yang baru dua bulan bertugas di puskesmas sewo bersama timnya menyapa masyarakat coppoliang.
Menurut dokter lulusan Universitas wijaya kusuma surabaya ini, ini adalah pertama kalinya naik gunung sejak bertugas di soppeng.


“Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan masyarakat di sini yang menyambut baik kedatangan tim kita” ungkapnya.
Berkali kali tim ini harus berhenti karena jalanan tanah yang licin dan berlumpur karena belum diaspal termasuk dokter yang jatuh beberapa kali dengan sigap berdiri lagi melanjutkan perjalanan dengan motor bebeknya.
Coppo liang Dusun waesuru termasuk dalam wilayah desa umpungeng dengan jumlah 37 rumah dengan Wajib pilih sekitar 120 orang.
Dalam ini para petugas memberikan wawasan umum seperti yang dilakukan oleh bidan asmawati (anti) sahrisiah (amba) yang gencar memperkanalkan rumah singgah untuk wanita hamil yang akan menjalani persalinan.


“Sengaja kita menyampaikan kepada masyarakat kegunaan rumah singgah ini supaya masyarakat bisa mengetahui pelayanan kesehatan gratis pada ibu ibu hamil” ungkapnya.
Pada pemeriksaan kali ini sebanyak 31 pasien Dengan permasalahan yang berbeda seperti ditemukan pasien Hamil muda pada umur 14 tahun a.n ratna (hamil 8 bulan) dan anak umur 3 tahun yang belum bisa bicara karena telinganya bermasalah dan akan diperiksa lagi.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa kebanyakan masyarakat di daerah menderita hipertensi dan sakit mag.
Terkait dengan hipertensi La dama salah satu masyarakat liangeng mengatakan bahwa ada keinginan untuk menanam obat tradisonal untuk mengobati hipertensi seperti mentimun (bojo/bonte) tapi kita tidak tahu cara membudidayakannya.
Seadainya ada penyuluhan dan bibit dari pertanian maka mungkin bisa dikembangkan.
Pemeriksaan berakhir jam 14.00.wita dan kembali ke kota Soppeng.