Gubernur Sulsel DR.H. Syahrul Yasim Limpo menghadiri perayaan hari jadi Soppeng yang 757 Tahun di Cabbue KWA Ompo Kelurahan ompo Kecamatan Lalabata oabuoaten Soppeng, Jumat 23 maret 2018.
Tema yang diusung adalah ” mewujudkan Kemandirian dan keberdayaan masyarakat melalui gerakan MAPPADECENG untuk soppeng lebih baik.
Ketua DPRD Soppeng membacakan sejarah singkat Soppeng. Hj.A. Pattapaunga.Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat berbagai kegiatan dilaksanakan diataranya gerakan Mappadeceng yang mampu mengcover seluruh permasalahan masyarakat dan mencarikan solusi untuk menuju ke masyarakat yang lebih baik.

“Pemerintah Kabupaten saat ini telah mengembangkan pengolahan ulat sutera mulai dari ulat, benang sampai sutera jadi siap jual.
Selain itu setiap masyarakat kurang mampu diberikan kartu macca, Dengan Kartu macca dapat membatu setiap permasalahan masyarakat soppeng baik masalah perekonomian maupun kesehatan.
Gubernur Sulsel DR.H.syahrul Yasin Limpo, SH, MH, M.Si dalam sambutannya mengatakan sebagai orang bugis makassar harus mampu
Mempertahankan harga diri dan membangun daerahnya itulah orang bugis makassar.
“Bahkan Orang Bugis makassar mampu dan bisa bicara dengan air, laut, angin, dan tanah makanya tidak ada rasa takut melawan badai dan gelombang”jelasnya
Sahrul mengatakan bahwa Soppeng ini daerah yang bagus yang dibuktikan dengan adat yang luar biasa yang terus dijaga.
Sahrul menambahkan Jenis karya sastra dan budaya terbesar di dalam tulisan I Lagaligo menyebutkan ada kata Soppeng yang menandakan pengakuan atas daerah ini dalam sejarah.
“Bugis adalah orang pemberani, pelaut ulung dan tidak pernah takut gelombang, kita adalah orang-orang kuat dan terpilih dan seorang berbudaya memiliki literasi sastra tertinggi di dunia mengalahkan Mahabarata” tambah sahrul.
Kalau mau jadi orang bugis makassar yang sejati, lanjut sahrul, maka yang pertama agama Pasti baik kalau semua apa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah maka akan sukses dan mendapat kebaikan dari Allah SWT.
Sahrul menambahkan bahwa kita harua terus berbuat baik jangan mentang-mentang punya pangkat atau mentang-mentang punya jabatan lalu mau sombong, kita harus saling menghargai dan bersopan santun.
Gubernur selanjutnya meresmikan proyek di kabupaten Soppeng.
1 . Pembangunan jembatan jalan tani bulu Tetewatu (DD) Rp. 179.635.000,-
2.rehabilitasi jaringan irigasi lajaroko.(DAK) Rp. 2.296.356.000,-
3. Penataan Taman Kalong (DAU) Rp. 4.601.598.000,-
4. Peningkatan jalan ruas cabenge soppeng di kab.soppeng.APBD Prov.Sulsel Rp. 4.968.929.731.,-
5.pembangunan pasar rakyat lajoa.( APBN) Rp. 5.570.793.000,-
Selain itu Bank Sulselbar memberikan bantuan dana CSR yang terdiri pembuatan jamban/septictank
(Sobat) senilai Rp. 100.800.000 dan
Bantuan Pembuatan tugu Lamumpatue Kab.Soppeng
Senilai Rp. 741.607.000,-.
Turut hadir wakil bupati Soppeng, ketua Dprd Sulsel, Ketua Dprd Tarakan, Wakil Bupati Tarakan, Kepala SkPD Sulsel, Kepala Skpd Soppeng, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, LSM dan undangan lainnya.