Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs.H.A.Tenrisessu, M.Si Menghadiri sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Pembinaan Keluarga Berencana Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2018 di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng Jalan Pengayoman Watansoppeng Rabu, 04 April 2018.


Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Ir. Hj.A.Nur Jamhuriah, M.Si dalam laporannya menyampaikan beberapa Prioritas Pengelola Program Kependudukan, Keluarga Berencana, Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK ) yang dilaksanakan pada tahun 2018 yaitu:
1. Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat Pedesaan (IMP);
2. Koordinasi dan kerjasama dengan mitra kerja yaitu IBI, TNI, Polri dan PKK melalui kegiataan pelayanan KB;
3. Pelaksanaan berbagai kegiatan prioritas program KKBPK dan kegiatan lintas sektor, lintas bidang di Kampung KB;
4. Advokasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) program KKBPK yang secara langsung menyentuh Masyarakat;
5. Penerapan Revolusi mental melalui keluarga;
6. Peningkatan kegiatan revolusi mental di kalangan remaja melalui Program Generasi Berencana (Genre);
7. Pembentukan Karakter sejak dini dengan emningkatkan kualitas Bina Keluarga Balita (BKB);
8. Penguatan fungsi Kelompok Kegiatan (POKTAN) untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan Keluarga;
9. Peningkatan sarana dan prasarana KB:
10. Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

selain itu , lanjut A.Nur DPPKB bersama IBI, FKB dan PLKP melaksanakan Pelayanan KB secara gratis, sosialisasi pemakaian IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), Medis Operatif Wanita (MOW) / Tubektomi Dan Medis Operatif Pria (MOP) / Vasektomi, Sosialisasi Manfaat Pemberian Nutrisi Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui, Dan Penyuluhan Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)
A.Nur dalam laporannya juga menyampaikan bahwa pencapaian akseptor KB sampai dengan bulan Desember 2017 dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) 37.708 telah terealisasi sebanyak 29.521 PUS (77,83 %).
“Adapun Jumlah Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 3.908 Orang dan Non MKJP sebanyak 23.675 Orang serta MOP MKJP (Pria) sebanyak 64 Orang” Jelas A.Nur. Sekda dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu faktor penting dalam pembangunan daerah adalah pembangunan di bidang pendudukan yang merupakan bagian dari pengembangan Sumber Daya Manusia agar menjadi kekuatan yang efektif dan produktif bagi pembangunan.
“salah satu kunci keberhasilan program KKBPK adalah memperkuat koordinasi dan kemitraan lintas sektor dengan stakeholder “ jelas Tenrisessu.
Tenrisessu menambahkan bahwa ada kegiatan prioritas dan sangat strategis yang harus dilaksanakan KKBPK yaitu KAMPUNG KB yang bertujuan meningkatkan serta Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan), dan seluruh Pihak yang terkait dalam memfasilitasi, melakukan pendampingan dan turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tenrisessu juga mengharapkan dan menegaskan penggunaan RUMAH SINGGAH/TUNGGU dapat diterapkan demi meningkatkan pelayanan kepada warga yang akan melahirkan sehingga mengurangi beban/biaya trnasportasi atau penginapan selama menunggu Persalinan.
turut hadir Wardihan, SE, M.Si Kepala Bidang KB/KR Kantor Perwakilan BKKBN Prov.Sul-Sel, Para Camat se-Kab.Soppeng, Ketua IBI Soppeng, Kepala Desa Wilayah Kampung KB se-Kab.Soppeng, Kepala Puskesmas se-Kab.Soppeng, para Bidan Klinik se-Kab.Soppeng, para PKB dan PLKB se-Kab.Soppeng dan undangan lainnya.