Bupati Soppeng disambut meriah dengan oni-oni toriolo saat menghadiri acara Pattaungeng (acara adat tahunan) di KWA Lejja Desa Bulue Kec.Marioriawa  Kabupaten Soppeng, Rabu 23 Agustus 2017.

Pada acara pattaungeng ini biasanya masyarakat menyebelih seekor kerbau atau sapi untuk dijadikan ritual untuk dipersembahkan pada sumber mata Air Lejja.

Menurut salah satu penjaga kawasan sekaligus tokoh masyarakat La Meru, acara ini sudah dimulai sejak lama dan merupakan warisan turun temurun yang dijaga dari generasi ke generasi yang merupakan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki kepada masyarakat sekitar kawasan ini.

“Pada saat ritual, Kepala kurban (sapi atau Kerbau) diarak dan diiringi berbagai macam makanan tradisional dan tabuhan gendang atau music tradisional kemudian dibawa ke sumber mata air Lejja” jelas La meru.

Lameru merupakan salah satu Pegawai Daerah yang bertugas di Lejja sejak beberapa puluh tahun yang lalu dan sudah berganti-ganti pimpinan, mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat di sini sudah sangat kental dan susah dihilangkan karena sudah mendarah daging dan menjadi kearifal lokal yang dipertahankan masyarakat lokal.

“ semoga dengan kegiatan ini mendapat kebaikan dari tuhan  yang maha kuasa dan pengunjung di Lejja semakin bertambah karena kelebihan permandian di sini selain airnya Panas, tempatnya juga sejuk karena pepohonan yang banyak, selain itu airnya mengandung Belerang (sulfur) yang bisa menjadi obat gatal” kata lameru.

Pemandian Alam Air Panas Lejja berada di kawasan hutan lindung berbukit dengan panorama yang indah di Desa Bulu, Kecamatan Marioriawa, 44 km utara Kota Watansopeng yang merupakan ibukota Kabupaten Soppeng. Di tempat ini memiliki sumber air panas dengan suhu mencapai 60°C yang dipercaya bisa menyembuhkan gatal-gatal dan rematik. Pemandian ini merupakan obyek wisata andalan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Fasilitas di Pemandian Alam Air Panas Lejja ini cukup memadai dengan adanya kolam pemandian umum dan private, toilet, ruang bilas, tempat ganti pakaian, pondok peristirahatan, lapangan tenis dan baruga wisata sebagai tempat pertemuan yang bisa menampung 300 orang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadis Pariwisata dan Kebudayaan bersama stafnya, Camat Marioriawa, Babinsa, Babinkantibmas, , Kades Bulue, Tokoh Masyarakat dan ratusan pengunjung dari berbagai daerah.