Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE menghadiri kegiatan Bupati Menyapa di Lapangan Sepak bola Petta LangkanangE Sewo Kelurahan Bila Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Sabtu 02/06/2018.
Camat Lalabata ST. Kurniawaty B, S. STP, M. Si dalam sambutannya menuturkan atas nama Pemerintah Kecamatan Lalabata mengucapkan selamat datang kepada Bapak Bupati Soppeng bersama rombongan. Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan bapak pada sore hari ini. Pada awalnya Jumlah masyarakat yang belum memiliki jambang di Kecamatan Lalabata sebanyak 347 KK yang tersebar di 3 Desa dan 7 Kelurahan. Alhamdulilah dari tahun 2017 s/d 2018 untuk 3 Desa sudah terealisasi 100% sedangkan untuk Kelurahan yang sudah terealisasi 100% baru 3 Kelurahan yaitu Lemba, Botto dan Lapajung. Untuk bantuan jambang yang masuk ke Kecamatan Lalabata yaitu dari Dinas PUPR sebanyak 67 jambang, 21 Jambang dari dana PIK Kecamatan Lalabata, 70 jambang dari UPZ Kecamatan Lalabata, 6 jambang dari UPK Kecamatan Lalabata, 2 jambang dari Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Agama. Sehingga total jambang yang terselesaikan 138 KK. untuk gerakan Mappadeceng kami Awali di Desa Mattabulu karena desa Mattabulu merupakan salah satu desa tertinggal yang ada di Kecamatan Lalabata. Dalam gerakan Mappadeceng kami mendapati beberapa masalah yang ada di masyarakat diantaranya penderita TB di Dusun Aletellue sehingga langsung kami tindaklanjuti dengan membawa pasien tersebut ke Puskesmas. Sedangkan warga yang ditemukan berpenyakit kusta langsung ditangani oleh tim dari Puskesmas untuk kelanjutan obatnya. Untuk kegiatan keagamaan di Kecamatan Lalabata Alhamdulillah sampai saat ini kegiatan magrib mengaji masih terus dilaksanakan yaitu setiap hari Rabu malam. Selain itu pemberian bantuan untuk kaum duafa yang bekerjasama dengan BKAD Kecamatan Lalabata serta program bedah rumah yang dananya dari UPZ Kecamatan juga telah terlaksana salah satunya di Kelurahan Bila.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta yang berprestasi di MTQ ke 30 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Malili Kabupaten Luwu Timur tahun 2017 oleh Bapak Bupati Soppeng.
Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya menuturkan ijinkan saya bersama Bapak Wakil Bupati Soppeng mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Ibu sekalian yang hadir yang mana pada hakekatnya sebenarnya Bupati menyapa di tingkat Kecamatan ini, kami berharap semua Desa Kelurahan yang ada di wilayah tiap Kecamatan itu hadir. Besar harapan kami bahwa Bapak Ibu sekalian yang hadir dapat memberikan sumbang sarang, masukan-masukan kepada kami selaku yang di amanatkan menjalankan roda Pemerintahan di Kabupaten Soppeng ini. Kami tidak bisa menilai diri kami. Bapak Ibu lah yang pantas memberikan masukan apapun itu. Mau kritikan ataupun Sanjungan. Yang kita harapkan adalah masukan-masukan yang bisa memberikan perbaikan pemerintahan di masa masa yang akan datang. Karena kami hadir di sini bukan hanya Bupati dan Wakil Bupati, kami beserta seluruh jajaran hadir termasuk Pimpinan DPRD dan Forkopimda Soppeng. Semua terbuka menerima masukan-masukan kita. Dalam pelaksanaan pemerintahan kami ini banyak kekurangan kekurangan. Salah satu tujuan kegiatan Bupati menyapa ini adalah datang menemui langsung masyarakat. Kami bersama Wakil Bupati Soppeng dan seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Soppeng siap menerima kritikan dan masukan. Karena teman yang baik, masyarakat yang baik adalah yang bisa memberikan koreksi dan memperlihatkan kekurangan-kekurangan kita. Kami beranggapan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mendengarkan langsung apa keinginan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Sudah ada tiga Kecamatan yang telah kami kunjungi dan Alhamdulillah sudah banyak hal yang kami dapatkan mulai dari masalah Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Keamanan dan lain-lainnya. Termasuk masalah pembinaan pembinaan kelompok remaja, Majelis Taklim dan Bagaimana mendapatkan beasiswa di mana pemerintah Daerah mengeluarkan anggaran untuk membiayai masyarakat yang berprestasi. Kalaupun masyarakat tidak bisa menyampaikan secara langsung bisa di tulis. Sampaikan apa apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya masyarakat Sewo bisa mempertanyakan masalah Hutan Kapan selesai. kesempatan seperti ini bisa kita diskusikan. Bapak Ibu Bertanya kami bisa menjelaskan. Karena sejak kami bersama Wakil Bupati Soppeng kita sudah berusaha melakukan upaya-upaya mengembalikan hak-hak kita. Alhamdulillah sekarang prosesnya Sudah beberapa kali tim bolak balik dari Jakarta yang pusatnya di Bogor dan Insya Allah sudah mulai tahap masuk ke DPR. Saya tidak tahu nanti bagaimana prosesnya di DPR Apakah ada yang bisa membantu kita di sana atau tidak karena itu membutuhkan keputusan antara Pemerintah dan DPR karena ada perubahan undang-undang. Mohon doa restunya mudah-mudahan nanti kalau masih panjang prosesnya, Pak Wakil Bupati Soppeng kita kirim menjadi utusan kita di DPR. Mudah-mudahan bisa berjuang untuk kita. Itu kesepakatan kami. Banyak yang bertanya karena informasi sudah menyebar. Ada yang melihatnya dari sisi negatif, positif, bahkan ada yang mengatakan itu pecah kongsi. Akan tetapi bapak bisa melihat. Kami masih seperti ini dan Insya Allah tidak akan terjadi perpecahan di antara kami. Walaupun nanti sudah berbeda domisili karena kita sudah sepakat dan berniat bahwa kita berjuang bersama untuk membawa Soppeng ke arah yang lebih baik. Karena itu merupakan cita-cita besar kami berdua. Kami sudah berusaha di tingkat Kabupaten sepertinya tidak bisa maksimal. Kami melihat jauh kedepan. Insya Allah kami tetap akan berusaha walaupun sudah di luar dari sistem pemerintahan nantinya Kami tetap akan konsisten Bagaimana membangun daerah yang kita cintai dan banggakan Ini. itulah kesepakatan kami dengan bapak Wakil Bupati. Kita harus berjuang. Bagaimana memperjuangkan waduk yang dulu pernah hampir dilaksanakan, Bagaimana kawasan hutan ini sudah jelas masih banyak saksi bahwa salah menentukan patok. masyarakat dikorbankan karena tidak ada yang mampu memperjuangkannya. Jalanan yang tidak bisa maksimal. Jalan Provinsi yang rusak tidak bisa kita berbuat banyak karena di luar kewenangan kita. Kita berharap di semua tingkatan kita mempunyai orang yang punya komitmen membangun daerah. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Semua orang sudah berusaha tapi banyak yang hanya mementingkan dirinya.

Masalah Kesehatan Alhamdulillah kita sudah berusaha dan sudah mulai menampakkan hasil. Layanan Kesehatan di Rumah Sakit kita lihat sudah semakin bagus. Termasuk program Mappadeceng yang tujuannya salah satunya Bagaimana mengidentifikasi, menginventarisasi hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat. Jadi program Mappadeceng ini menjadi tanggung jawab setiap Pejabat / Dinas yang mempunyai Desa atau Kelurahan binaan. Kemudian dikoordinir oleh para Muspida. Jadi kita mencoba mencari apa permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Tadi Ibu Camat Lalabata menyampaikan mendapatkan orang sakit langsung dibawa ke Pelayanan Kesehatan. Masih ada beberapa Kelurahan yang jambang keluarganya belum ada. Kami harus menyelesaikan kurang lebih 5000 jambang Keluarga. Alhamdulillah target kita harus selesai semua. Sekarang tidak boleh ada masyarakat yang tidak mempunyai jambang karena itu bisa berdampak terhadap masalah Kesehatan. Jadi program Mappadeceng ini mencari masalah-masalah dan kebutuhan yang ada di tengah masyarakat. Nantinya ini akan dirangkum dan dijadikan suatu rekomendasi untuk dibahas dan dicarikan jalan keluarnya. Kami mempunyai keyakinan besar dan niat ikhlas untuk mencari segala macam cara untuk bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pembinaan keagamaan mulai kita rasakan Bagaimana ibu-ibu Majelis Taklim, kelompok-kelompok remaja termasuk tadi kita memberikan penghargaan kepada anak kita yang berprestasi. Ada kurang lebih 10 anak-anak kita yang mendapatkan penghargaan di MTQ di Malili Beberapa bulan yang lalu. Termasuk olahraga sudah mendapatkan hasil yang memuaskan. Sudah ada beberapa cabang olahraga yang mendapatkan juara. Ada juga yang lolos pra Porda dan Insya Allah akan ikut Porda nanti. Itu semua berkat kerja kita bersama. Untuk itu kami mengharapkan ada informasi balik dari masyarakat. Kami sangat membutuhkan masukan masyarakat. Jangan sampai Kami merasa sudah benar ternyata tidak. Karena dari sudut pandang kita melihat dan merasakan itu beda-beda. Program-program yang telah kami laksanakan. Visi Misi yang telah kami sampaikan yang menjadi Visi Misi Pemerintah Daerah yang dituangkan di RPJMD juga hampir semuanya telah kami laksanakan. Untuk tahun ini Kecamatan Lalabata mendapatkan alokasi dari semua sumber-sumber dana itu kurang lebih 93 Milyar dan merupakan salah satu Kecamatan terbesar mendapatkan alokasi dana pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, Para Anggota Forkopimda Soppeng, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Sekda Soppeng, para Asisten dan Staf Ahli Setda, Para Kepala SKPD, para Kabag Setda, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kecamatan Lalabata, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Majelis Taklim serta tamu undangan lainnya