Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE optimis penanganan sampah di daerahnya dapat dilaksanakan dengan baik. Hal itu disampaikan pada saat membuka kegiatan Sosialisasi penyusunan kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di kabupaten Soppeng di ruang rapat kantor gabungan dinas jalan Salotungo watansoppeng, sabtu 29 September 2018.

Menurut Kaswadi, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat Soppeng dapat menjadi masyarakat yang sadar lingkungan dan tidak membuang sembarangan sampahnya sehingga tercipta lingkungan yang sehat. selain itu, dia mengajak kepada seluruh aparatur negara lingkup pemerintahan kabupaten soppeng dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk hidup bersih.

“untuk itu program ini perlu mendapat perhatian penuh dan menjadikan daerah kita sebagai daerah yang mampu mengelola sampahnya dengan baik” harapnya.

Kepala Bidang Evaluasi dan tindak lanjut pengelolaan sumber daya lingkungan hidup Asril Rasul, SKM, M.Si, MH mewakili kepala pusat pengendalian , pembangunan ekoregion Sulawesi Maluku saat memberikan sambutan mengatakan setiap tahun sedikitnya sebanyak 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan, sehingga menjadikan Indonesia menjadi negara nomor dua di dunia dengan produksi sampah plastik terbanyak di lautan.

Bahkan menurut Asril, Sampah plastic Indonesia sudah sampai di kutub Selatan setelah ditemukan sampah disana yang berbahasa Indonesia (made Indonesia),

“ Indonesia hanya kalah dari Tiongkok saja dalam hal produksi tahunan dan mengungguli 18 negara dari total 20 negara di dunia yang produksi sampah plastik di laut tinggi. Ke-18 negara itu, termasuk di dalamnya adalah Filipina, Vietnam, Sri Lanka, Thailand, Mesir, Nigeria, Malaysia, dan Bangladesh” ungkapnya.

Turut hadir dalam sosialisasi ini Sekda Soppeng, Para Kepala Dinas, Para Camat Beserta Lurah/Kades, dan Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Soppeng