TAMU-BSBI2

Watansoppeng – Kabupaten Soppeng kedatangan puluhan pemuda asing penerima Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) yang berasal dari 12 negara. Saat berkunjung ke Soppeng untuk mengenal budaya lokal Soppeng mereka juga melakukan ngopi bareng dengan Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak sekaligus sebagai perjamuan, di warkop Damai, Jumat malam (24/06/2016).

Puluhan pemuda asing tersebut dari berbagai negara diantaranya, Vietnam, Solomon Island, Myammar, Ceko,Rumania, Rusia, Fiji, Thailand, Perancis, New Caledonia, Kiribati, bahkan ada juga dari negara Indonesia sendiri.

Nampak Bupati Soppeng bersama dengan Dandim 1423 Soppeng Jeffry Antonius Bojoh berbincang santai dengan mereka sambil menikmati minuman yang dihidangkan Warkop tersebut.

Menurut Bupati Soppeng bahwa program kunjungan itu menjadi hal yang bagus dalam memperkenalkan tempat wisata yang ada di Soppeng. “Kami berharap mereka mempunyai kesan yang baik terhadap Soppeng” ujar Bupati Soppeng.

“Ini bagus, karena mereka akan menjadi informan yang akan memperkenalkan wisata yang ada di Soppeng, mereka besok akan melanjutkan berkunjung ke villa yuliana, Lejja, dan beberapa tempat wisata lainnya” tambahnya.

Dalam mengunjungi beberapa tempat wisata dan mengenal adat istiadat serta budaya yang ada di Soppeng, puluhan pemuda tersebut diarahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kab. Soppeng.

“Jadwalnya selama 3 hari, perjamuan dilakukan terhadap mereka dan kami mengajak mereka untuk melihat bagaimana budaya, adat istiadat serta tempat wisata yang ada di Soppeng” tutur Kadis Budpar Andi Unru Mappejanci.

Lebih lanjut menurutnya, bahwa kunjungan itu merupakan program kementerian luar negeri Indonesia, dan untuk Sul Sel bekerja sama dengan yayasan Rumata Art Space, dimana Soppeng rutin tiap tahun menjadi tempat tujuan mereka.

“Tiap tahun dan ini sudah yang ke empat kalinya di Soppeng, mereka pemuda yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja seni dan nantinya akan membuat semacam makalah untuk dijadikan laporan di kementerian luar negeri Indonesia” tambah Andi Unru.

Sedangkan salah satu relawan dari yayasan Rumata Art Space, Viska Dali Putri menjelaskan bahwa dipilihnya Soppeng karena mewakili suku bugis yang ada di Sulawesi Selatan.

“Beberapa tempat di SulSel telah dkunjungi, dan sekarang di Soppeng karena salah satu daerah yang memiliki destinasi wisata, dan masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya suku bugis” ucap Viska Dali Putri.