Bupati Soppeng, Kita Bisa Berkreatif Mengolah Sampah

29

SoppengKab – Dinas lingkungan hidup kabupaten soppeng peringati Hari Peduli Sampal Nasional (HPSN) yang berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Lempa, Jumat (08/3/2019).

Kegiatan ini mengambil tema kelola sampah untuk hidup bersih sehat dan bernilai,
Sebagai brand Adipura 2025 yaitu kendalikan sampah plastik oleh kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI.

Laporan kepala dinas lingkungan hidup H.A.Aswan A.Said, mengatakan berdasakan surat edaran menteri lingkungan hidup dan kehutanan RI no.Se.2/Menlhk/Pslb3/Plb.0/2/2019 ttg hari peduli sampah nasional 2019.

“Diharapkan program pengurangan sampah 2025 dapat tercapai yaitu 30 % sampai ke Tpa dengan melakukan 3 R (Reuse, reduse, recycle) terutama sampah plastik,” Jelasnya.

Saat ini Penggunaan plastik sebagai bahan pembuatan aspal, beberapa kegiatan HPSN seperti penanaman pohon 3000 dirangkaikan refleksi 3 Tahun kepemimpinan AKAR.

“Kerja bakti yang di lakukan hari ini diantaranya di wilayah Kabupaten Soppeng dan kerja bakti massal yang dipusatkan di TPA hari ini, yang melibatkan seluruh SKPD,” Ungkapnya.

Kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan dan pengelolahan sampah untuk hidup bersih, sehat, dan bernilai sesuai dengan tema HPSN 2019.

Sambutan Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, mengatakan dalam waktu yang singkat semua SKPD sudah menyiapkan dan memisahkan sampah.

“Masalah sampah plastik adalah masalah nasional. Kita dicap sebagai penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Kita harus bersama sama bagaimana kab.soppeng terbebas dari hal hal yang bersifat nasional seperti sampah plastik ini,” Tuturnya.

Setiap acara kita harus membiasakan membuang sampah bekas makanan dan minuman kita ke tempat sampah. Mulai memiliki kesadaran mengurangi membuang sampah plastik.

“Kita bertekat bagaimana memerangi sampah plastik. Setiap SKPD sudah menjadi contoh memilah sampah antara plastik atau sampah organik,” Harapnya.

Saya harapkan memulai dari lingkungan kita menjadi daerah bebas dari sampah plastik. Kita bisa kreatif mengolah sampah yang tidak berguna menjadi bahan yang bernilai ekonomis.

Hadir Kapolres, Dandim 1423/Soppeng, Kajari, dan seluruh kepala skpd bersama jajarannya.