Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak menghadiri Pertemuan Proteksi Rantai Distribusi Pangan Beras yang Aman melalui Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan launching produk beras medium Toko Tani Indonesia yang diselenggarakan oleh dinas perikanan dan ketahanan pangan di ruang rapat gabungan dinas, Kamis 2 Agustus 2018

Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak dalam sambutannya mengatakan bahwa, Industri perberasan merupakan salah satu fenomena clasical dengan segala bentuk persoalan maupun dinamika sosial.

Permasalahan perberasan bukan merupakan hal yang sederhana dan sangat sensitif sehingga penanganannya harus dilakukan secara hati-hati, oleh sebab itu dibutuhkan peran dan campur tangan pemerintah dengan memproteksi Rantai Distribusi Beras mengatur tata niaga perberasan melalui beberapa kebijakan-kebijakan dan langkah konkrit.

Dalam rangka mengatur dan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, Pemerintah Pusat mengeluarkan Salah satu terobosan kebijakan yang dilakukan secara mikro oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten dengan program SERGAP nya dapat membatasi dan memperpendek rantai distribusi beras menjadi empat rantai (petani, gapoktan, toko tani dan konsumen) yang dapat meminimalkan disparitas harga beras dan mengatasi anjloknya harga pada saat panen raya melalui Program Pengembangan Usaha Pangan melalui Toko Tani Indonesia (TTI).

Alhamdulillah, dengan kebijakan Program SERGAP (Serap Gabah) kerjasama dengan TNI/KODIM 1423 Kab. Soppeng pemerintah Kabupaten Soppeng meraih penghargaan urutan ke lima Tingkat Nasional dalam mengawal kebijakan/beras melalui pembelian gabah/beras dalam negeri.

Disamping hal tersebut ada beberapa persoalan yang perlu mendapat perhatian yang serius yaitu jumlah penggilingan di Kabupaten Soppeng sebanyak 102 usaha penggilingan dengan 448 unit penggilingan. Apabila dibandingkan jumlah produksi padi/gabah dan kapasitas penggilingan yang ada di Kabupaten Soppeng masih terpaut jauh dari yang diharapkan. Peningkatan kapasitas penggilingan di kabupaten Soppeng perlu ditingkatkan seiring dengan peningkatan kualitas gabah yang dihasilkan petani.

Dengan adanya pertemuan ini diharapakan instansi terkait dapat memberikan terobosan berbasis pelaku utama dimana kita mampu merubah pola pikir petani dari petani gabah ke petani beras dalam upaya mewujudkan Kabupaten Soppeng sebagai pilar utama dalam industri sistem perberasan nasional.

Sementara Kadis Perikanan Dan Ketahanan Pangan, H. Suryadi menjelaskan bahwa,
Tujuan Kegiatan ini yaitu sebagai sarana pembelajaran agribisnis bagi gapoktan dalam mensukseskan program pemerintah daerah yaitu petik olah dan jual dengan menghasilkan suatu produk beras kualitas medium dengan harga terjangkau bagi konsumen sehingga dapat mengangkat citra perberasan di Kabupaten Soppeng.

selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan strategi dan instrumen kebijakan pemerintah dalam mengelolah sistem distribusi beras melalui pengembangan usaha pangan masyarakat di kab soppeng,
serta launching produk beras medium gapoktan pelaksana pengembangan usaha pangan masyarakat melalui toko tani Indonesia.

turut hadir Sekda, Kepala kantor seksi logistik bulog soppeng, Dandim 1423 Soppeng, Kapolres Soppeng.