Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE memberikan sambutan pada saat Dialog Refleksi Tiga Tahun Pemerintahan Bupati Soppeng Tahun 2016-2021 di ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Sabtu 16 Februari 2019.

Kaswadi mengatakan bahwa Kerja keras pemerintah daerah selama tiga tahun ini dalam mencapai target-target kinerja pembangunan yang telah ditetapkan dan dapat dilihat dari kondisi indikator makro pembangunan diantaranya:

– Kinerja ekonomi meningkat signifikan dimana pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,24 persen meningkat pesat dibanding tahun 2015 yang sebesar 5,1 persen. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 yang cukup tinggi dapat kita tingkatkan lagi pada tahun 2017, dimana pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 8,34 persen terus mengalami peningkatan sebesar 0,1 persen dari tahun 2016 . Selama tiga tahun kepemimpinan kami, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng meningkat lebih tinggi 3,2 persen dari tahun 2015. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi Kab. Soppeng pada tahun 2017 lebih tinggi dibanding pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 yang sebesar 7,46 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen.

– Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Soppeng pada tahun 2018 sebesar 7,50 persen, sedangkan Persentase Penduduk Miskin di kabupaten Soppeng pada tahun 2017 berada pada posisi sebesar 8,29 persen mengalami penurunan sebesar 0,79 persen dari tahun 2017

– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Soppeng, tahun 2017 sebesar 2,71 persen mengalami penurunan sebanyak 0,25 persen dibanding tahun 2016 yang sebesar 2,96 persen.

– Pendapatan perkapita masyarakat yang merupakan salah satu tolok ukur peningkatan kesejahteraan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dimana pendapatan perkapita pada tahun 2017 sebesar 39,508 juta rupiah meningkat dibanding tahun 2016 yang sebesar 35 juta rupiah, peningkatan ini akan berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat.

– Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2017 sebesar 66,67 Poin dibanding tahun 2016 yang sebesar 65,95 Poin.

“Dalam hal pemerataan pembangunan, angka Gini Ratio pada tahun 2016 sebesar 0,398 persen lebih kecil dibanding Gini Ratio Prov. Sul-Sel yang sebesar 0,42 persen. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi pemerataan distribusi pendapatan dan kesejahteraan di Kab. Soppeng” lanjutnya.

Segala upaya yang telah dilakukan, Tambahnya, melalui intervensi kebijakan dan penguatan sinergitas yang baik dari semua pemangku kepentingan, telah menghasilkan kinerja yang dapat dibanggakan. Iktiar dan doa telah menghasilkan apresiasi dan penghargaan yang telah diterima Kabupaten Soppeng tahun 2018 pada tingkat nasional diantaranya yaitu :

1. Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2017 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

2. ADIPURA

3. Kabupaten layak anak tahun 2018 kategori pratama dari Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

4. Anugrah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2018 kategori madya dari Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak

5. Penyeraban Gabah dalam rangka Ketahanan Pangan berhasil meraih Peringkat I (Satu) tingkat Provinsi dan Peringkat V (Lima) Nasional

“Masih banyak penghargaan lainnya yang telah diperoleh baik oleh Pemerintah Daerah maupun prestasi perseorangan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu pada kesempatan ini” Tukasnya.

Turut hadir mantan Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH,MH, Para Anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Para Asisten Lingkup Setda Kab. Soppeng, Para Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng, Para Camat bersama Kepala Desa/Lurah dan undangan lainnya