Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, realisasi KreditUsaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Soppeng mampu tumbuh sebesar 3,10%. Hal ini diungkapkan Kepala KPPN Watampone Rintok Juhirman di kantor KPPN Bone, Kamis 7 Mei 2020

Berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), sampai dengan bulan April 2020 realisasi KUR di KabupatenSoppeng sebesar Rp112,36 miliar untuk 4.103 debitur, mengalami kenaikan sebesar 3,10% dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp107,98 miliar untuk4.768 debitur. Meskipun dari sisi jumlah debitur mengalami penurunan sebesar 665 debitur.

Bila dilihat dari skema kredit sampai dengan bulan April 2020 di Kabupaten Soppeng kredit mikro penyumbang terbanyak yaitu sebesar Rp101,73 miliar untuk 4.044 debitur dan sisanya kredit kecil sebesar Rp10,63 miliar untuk 59 debitur.

Sementara itu, penyaluran KUR berdasarkan sektor usaha sampai dengan bulan April 2020 di Kabupaten Soppeng terdapat 4 sektor terbesar. Adapun terbanyak berasal dari sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan yaitu sebesar Rp57,18 miliar atau 50,89% dari total penyaluran untuk 2.386 debitur. Disusul usahaperdagangan besar dan eceran sebesar Rp31,62 miliaratau 28,14% untuk 933 debitur. Industri pengolahan sebesar Rp7,83 miliar atau 6,97% untuk 244 debitur, danjasa kemasyarakatan, sosial budaya dan perorangan lainnya sebesar Rp7,81 miliar untuk 304 debitur.

Berdasarkan data tersebut, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, menunjukkan bahwa pelakuUsaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sopeng sangat memanfaatkan adanya penurunan bungaKUR dari semula sebesar 7% menjadi 6% per tahun mulai Januari 2020 untuk mengembangkan usahanya.