Pemerintah Kabupaten Soppeng bekerjasama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Soppeng dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Al – Qur’An menggelar Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tingkat Kabupaten Soppeng tahun 2019 dengan tema Bisa juara satu (Bina Santri Jujur,Arif Ramah,Sabar dan Tulus), bertempat di lapangan Citta, Kecamatan Citta, Jumat 27 September 2019.

Sekapur sirih dari Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Kabupaten Soppeng, Dra.Syamsidar, mengatakan kegiatan FASI ini dikuti oleh 8 Kecamatan se – Kabupaten Soppeng dengan jumlah 156 Peserta dari seluruh cabang lomba, Insya Allah pemenang tingkat Kabupaten ini akan mewakili Kabupaten Soppeng untuk berlomba ke tingkat Provinsi.

Sambutan Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Hasyid Hasan Palogai, mengatakan kami hadir disini sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Soppeng, karena Kabupaten Soppeng pernah menjadi tuan rumah FASI tingkat Sulsel yang cukup tersukses di Sulawesi Selatan pada 2014 yang lalu. Insya Allah pelaksanaan FASI tingkat Sulsel akan dilaksanakan pada 29 maret 2020 di Kabupaten Wajo yang rencanya akan di rangkaikan dengan Hari jadi Wajo.

Soppeng pernah menjuarai FASI di tingkat nasional dan berhasil mewakili Indonesia ke Tingkat Asean pada tahun 2015. Dan saya berharap semoga Soppeng bisa menjadi juara lagi, baik di tingkat Provinsi dan Nasional.

Sementara, Bupati Soppeng yang di wakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Andi Darmi, yang juga membuka kegiatan ini secara resmi dalam sambutannya mengatakan Atas nama Pemerintah Daerah, sangat menyambut baik pelaksanan Festival ini dengan harapan kiranya menjadi event yang mampu menciptakan generasi – generasi yang berkualitas terutama kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Ajang FASI ini menjadi wahana penyebaran syiar islam sehingga kita semua patut mendukung dan menyambut dengan gembira. Melalui kegiatan ini, saya percaya bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan seperti hari ini akan lebih mendorong masyarakat daerah menjadi masyarakat yang bebas buta baca tulis Al – Qur’An sekaligus menjadikan masyarakat yang religius.

Turut Hadir, Ketua Pengadilan Negeri, Pimpinan SKPD, Kabag Setda, Camat, Muspika Kecamatan Citta.