Hadiri Rapat Bersama Para Forkopimda, Bupati Soppeng Harap Keterlibatan TNI POLRI Menjelang Hari Lebaran Idul Adha

20

Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak menghadiri rapat Forkopimda menyongsong hari raya Idul Adha 1441H/2020 M dan membahas hal-hal strategi terkait pelaksanaan shoalat Idul Adha, bertempat di ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, selasa 28/7/2020.

Pelaksanaan shalat Idul Adha insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2020 hari Jumat akan datang dan tentu ini sudah menjadi perbincangan dikalangan masyarakat bahwa apakah bisa dilaksanakan shalat idul adha atau tidak. Pelaksanaan pembatasan perbatasan yang hingga kini masih berjalan terutama bagaimna kita mengendalikan atau memutus mata rantai covid ini.

Bupati Soppeng dalam sambutannya Mengharapkan keterlibatan TNI – Polri dalam mengawal penyemprotan disinfektan di mesjid atau dilapangan yang akan digunakan nantinya dalam pelaksanaan shalat idul adha. Sebagaimana Kita juga harus mensosialisasikan kepada para pengurus mesjid bahwa bagi masyarakat yang mau masuk masjid yang suhu badannya 37,5 dilakukan pengukuran suhu 2x dan apabila dalam waktu 5 menit tidak ada perubahan maka jamaah tidak diperkenankan masuk ke dalam mesjid, ini berdasarkan keputusan menteri agama.

Pengurus mesjid agar selalu menyiapkan protokol kesehatan seperti alat test suhu, tempat cuci tangan dan lainnya yang dianggap penting dan Para penceramah nantinya yang di undang untuk ceramah agar bisa membantu menyampaikan tentang pentingnya protokol kesehatan. Perkembangan covid 19 ini, tentu kita pahami bersama, ada beberapa hal selalu menjadi perhatian bagi kita bahwa masyarakat selalu membanding-bandingkan belum maksimal memahami sikap pemerintah sebenarnya semata-mata untuk masyarakat itu sendiri melindungi mereka dengan cara yang kita anggap penting dilakukan tracking , jadi beda yang bekerja maksimal dengan tidak, kenapa soppeng banyak karena kita kerja, menurut ahlinya yang kita lakukan itu sudah betul. Ungkapnyaā€¯

Dandim 1423/Soppeng dalam laporannya menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Idhul Adha tetap akan dilaksanakan tetapi harus ada ketentuan yang harus di perhatikan diantaranya dimana tempat pelaksanaannya harus tetap ada protap protokol kesehatan. Pada saat pelaksanaan shalat idul adha baik di mesjid maupun di lapangan tetap pakai masker,cuci tangan, jaga jarak dan tidak boleh ada salaman saat selesai shalat. Kami dari pihak TNI polri akan melaksanakan sosialisasi untuk metode seperti siapa pun yang masuk wilayah shalat wajib cuci tangan,jaga jarak dan pakai masker dan untuk masalah perbatasan masih tetap di perketat,untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19,apalagi sebentar lagi diadakan pilkada.

Kapolres Soppeng dalam sambutannya Menyarangkan agar pelaksanaan shalat Idhul Adha dilaksanakan di lapangan Karena mayoritas mesjid menggunakan AC. Kami dari TNI polri dan dinas kesehatan akan tetap bertugas di pintu masuk/keluar dan harus 1 titik agar tidak bersentuhan. Apabila nantinya memungkinkan pakai mesjid atau gedung kita harus memaksimalkan kapitalisasi mesjid/gedung harus 50 persen dan AC Dimatikan dan menyarangkan agar penceramah tidak terlalu lama cukup intinya saja karena lamanya orang suatu ruangan dapat memancing terjadinya penyebaran virus Covid-19.

Turut hadir pada Kegiatan ini Ketua DPRD Soppeng, para anggota Forkopimda Kab.soppeng, Sekda dan para kepala SKPD lingkup Pemda Soppeng