Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN), realisasi belanja APBN sampai dengan bulan Juli 2020 di wilayah pembayaran KPPN Watampone yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo (BOSOWA) sebesar Rp.1,09 triliun atau 50,40% dari total pagu sebesar Rp.2,17 triliun.
Bila dibandingkan dengan realisasi pada peridode yang sama tahun 2019 sebesar Rp.1,21 triliun atau 50,52% dari pagu Rp.2,39 triliun, sedikit mengalami penurunan persentase sebesar 0,11 % terindikasi dampak adanya pandemi Covid-19 saat ini.
Secara lebih rinci, realisasi belanja APBN di BOSOWA sampai dengan bulan Juli 2020 terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.527,17 miliar atau 55,49% dari pagu sebesar Rp.950,11 miliar dan mengalami penurunan sebesar 1,45% dari realisasi bulan Juli tahun 2019 sebesar Rp.546.67 miliar atau 56,94% dari pagu sebesar Rp.960,12 miliar.
Adapun realisasi Belanja Barang sebesar Rp.122,29 miliar atau 53,14% dari total pagu sebesar Rp.297,83 miliar dan mengalami penurunan sebesar 2,80% dari realisasi sampai dengan bulan Juli tahun 2019 sebesar Rp.236.64 miliar atau 55,93% dari pagu sebesar Rp.423,09 miliar.
Realisasi Belanja Modal sebesar Rp.11,39 miliar atau 36,55% dari total pagu sebesar Rp.31,19 miliar dan mengalami kenaikan sebesar 13,34% dari realisasi periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp.13,80 miliar atau 23,20% dari total pagu sebesar Rp.59,48 miliar.
Realisasi Bantuan Sosial sampai dengan bulan Juli 2020 sebesar Rp2,68 miliar atau 44,83% dari total pagu sebesar Rp.5,98 miliar, mengalami kenaikan sebesar 44,83% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang belum terdapat realisasi dari total pagu sebesar Rp.4,84 miliar.
Sementara itu, DAK Fisik terealisasi sebesar Rp80,96 miliar atau 20,87% dari total pagu sebesar Rp.505,72 miliar, mengalami penurunan 3,69% dibanding tahun yang lalu, disebabkan adanya penambahan alokasi untuk Cadangan DAK Fisik di BOSOWA sebesar Rp83,14. Adapun Dana Desa terealisasi sebesar Rp.317,67 miliar atau 62,82% dari pagu sebesar Rp.505,72 miliar mengalami kenaikan 2,82% dibanding periode yang sama tahun 2019, dalam rangka mengurangi dampak Covid-19 melalui BLT DD.