Di tengah pandemi Covid-19 saat ini realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo (BOSOWA) secara agregat masih mampu tumbuh secara rata-rata sebesar 0,05%. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), sampai dengan bulan Juli 2020 secara agregat telah tersalurkan KUR di BOSOWA sebesar Rp1,05 triliun untuk 32.726 debitur. Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp.1,01 triliun untuk 38.335 debitur, mengalami kenaikan dari jumlah akad kredit namun mengalami penurunan jumlah debitur sebanyak 5.609 debitur. Adapun kenaikannya secara agregat sebesar Rp47,04 miliar atau rata-rata pertumbuhan sebesar 0,05%.
Secara lebih rinci, realisasi KUR di Kabupaten Bone sampai dengan bulan Juli 2020 sebesar Rp.545,55 miliar untuk 15.565 debitur, mengalami kenaikan sebesar 0,14% dibanding bulan Juli 2019 sebesar Rp.478,66 miliar untuk 17.271 debitur. Sementara penyaluran KUR berdasarkan sektor usaha sampai dengan bulan Juli 2020 di Kabupaten Bone terbanyak berasal dari sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan yaitu sebesar Rp.385,14 miliar atau 70,60% dari total penyaluran untuk 11.900 debitur.
Realisasi KUR di Kabupaten Soppeng sampai dengan bulan Juli 2020 sebesar Rp.168,19 miliar untuk 5.942 debitur, mengalami penurunan sebesar 0,07% dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp.180,87 miliar untuk 8.011 debitur. Sementara penyaluran KUR berdasarkan sektor usaha sampai dengan bulan Juli 2020 di Kabupaten Soppeng terbanyak berasal dari sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan yaitu sebesar Rp.88,14 miliar atau 52,40% dari total penyaluran untuk 3.677 debitur.
Sementara itu, realisasi KUR di Kabupaten Wajo sampai dengan bulan Juli 2020 sebesar Rp.345,35 miliar untuk 11,219 debitur, juga mengalami penurunan sebesar 0,02% dibanding sampai dengan bulan Juli 2019 sebesar Rp.352,51 miliar untuk 13.053 debitur. Sementara penyaluran KUR berdasarkan sektor usaha pada bulan Juli 2020 di Kabupaten Wajo terbanyak juga berasal dari sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan yaitu sebesar Rp.234,86 miliar atau 68,01% dari total penyaluran untuk 8.708 debitur.
Diharapkan, dengan tumbuhnya realisasi KUR di BOSOWA pada masa pendemi Covid-19 saat ini mengindikasikan tumbuhnya usaha di berbagai sektor ekonomi oleh UMKM, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bangkit kembali.