Pencanangan TNI manunggal KB-Kesehatan tingkat kabupaten soppeng

Jumat, 20 Juli 2018

di kodim 1423 Soppeng

Laporan kadis DPPKB, A.Nur Jamhuriah. Pencanangan TNI Manunggal KB-Kesehatan merupakan agenda rutin sebagai bagian dari kerjsama dan kemitraan antara DPPKB dengan TNI yang diharapkan akan meningkatkan penguatan dan pencapaian sasaran Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kab.Soppeng, dan sebagai wujud nyata peran TNI dalam mendukung program Keluarga Berencana Nasional.

Perlu kami laporkan bahwa , jumlah pencapaian akseptor KB di Kabupaten Soppeng sampai dengan Juni 2018, yaitu dari jumlah Pasangan Usia Subur 37.708 telah terealisasi sebanyak 29.521 Pasangan usia Subur ( 77,83 % ) .

Sambutan Dandim, Catur Prasetyo. TNI Manunggal KB Kesehatan adalah salah satu bentuk kontribusi TNI dan DPPKB serta mitra kerja lainnya untuk membangun kependudukan Indonesia agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia, sehingga bangsa Indonesia secara keseluruhan akan menjadi bangsa yang kuat sejahtera adil dan makmur.

Untuk itu TNI mengambil peran ikut mensosialisasikan serta membantu pemerintah untuk memberikan motivasi dan mengedukasi masyarakat menggunakan KB

karna tidak semua masyarakat tau mengenai alat kontrasepsi. Apalagi masih banyak masyarakat di Kabupaten soppeng yang tidak tau baca tulis.

Keberhasilan Program ini nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh dan meningkatkan derajat ketahanan nasional serta mampu memberikan jaminan terhadap kesinambungan pembangunan nasional, yang pada akhirnya akan mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sambutan bupati, Kaswadi Razak. Tahun ini kita harus berusaha bagaiamana agar program ini ada suasana baru dan ada harapan yang bisa kita persembahkan untuk negara kita ini.

Seperti yang kita ketahui kita terkendala dengan kurangnya penyuluh KB, 36 penyuluh yang ada saya rasa tidak cukup untuk memberikan penyuluhan di seluruh daerah yang ada di Kabupaten Soppeng ini, sementara disisi lain tantangan yang kita hadapi semakin besar.

Saudara-saudara kita yang tinggal di daerah terpencil tidak dapat dipisahkan dari budaya yg sudah melekat mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.Itulah salah satu fenomena yang kita hadapi.Untuk itu kerjsama dan kemitraan antara DPPKB dengan TNI diharapkan dapat mensukseskan program ini.

Turut Hadir Kadis Kesehatan, Para anggota kepolisian, para penyuluh KB bersama staf DPPKB