Wakil Bupati soppeng Supriansa,SH, MH menghadiri kegiatan Reses anggota Dpr RI dapil Sulawesi selatan II DR.H.Andi Jamaro Dulung, M.Si anggota komisi VII di aula pertemuan Kantor Kecamatan Donri-donri, Sabtu 04 Nopember 2017.
Kepala BPSKL Sulsel Mukhsin mengatakan keinginannya bersama masyarakat untuk membangkitkan sutra karena selama ini sutra soppeng dalam keadaan mati suri
“Sutera sangat penting dikembangkan lagi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat” lanjut Mukhsin

“Insya allah    ini dan mengabaikan semua hal yang dapat merintangi supaya cepat terealisasi” ungkapnya.
A.Jamaro dulung mengatakan bahwa dalam waktu dekat kita akan menasinerjikan seluruh komponen untuk menghasilkan prosal tentang pengembangan sutera alam di tajuncu.
“Tajuncu terkenal karena ulat sutera tapi sekarang banyak yang sudah tak kenal karena ulat sutera sudah mulai punah.” Jelas jamaro.
“Saya termasuk orang yang tersentak dan sedih sehingga saya berupaya untuk bersama sama membangkitkan sutera, kedepan aku akan melihat regulasi yang ada guna melancarkan proses pengembangan sutera ini kalau perlu kita bisa pinjam hutan untuk dimanfaatkan selama 35 tahun supaya berguna bagi masyarakat” jelas Jamaro
Saya berharap Bupati bermohon ke menteri agar kewenangan pengelolaan hutan yang dialihkan menteri kehutanan diserahkan untuk diserahkan dan dikelola kembali pemda soppeng” harap Jamaro.
Jamaro mengatakan dalam pengelolaan sutera ini Kita butuh alat bor untuk pengadaan air sebagai alat pendukung, Alat pertanian, Alat pemintal dsb, semua alat ini sudah perlu pembenahan karena kedepan soppeng akan dijadikan Pusat Unggulan Iptek Bidang Sutera Alam.
Supriansa dalam sambutannya mengatakan pengelolaan ulat sutera ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakat.
“Kita harus memperjuangkan usaha ini di tingkat pusat demi kelancaran proses pengembangan sutera ini” kata supriansa.
Supriansa mengisahkan bahwa pengembangan Sutera dimulai tahun 1964 dan mampu membantu masyarakat soppeng saat itu, namun lama kelamaan mulai dilupakan masyarakat karena banyaknya kendala saat itu apalagi mulai tahun 1991 masyarakat mulai menanam coklat sehingga lahan semakin sempit dan akhirnya sutera ini mati suri.
“Mari kita kawal program ini supaya bisa memberikan lagi kesejahteraan pada masyarakat pengelola sutera ini dan perlu dukungan semua pihak untuk menyukseskan program ini” tambahnya.
Supriansa menambahkan bahwa selain sutera soppeng juga mengembangkan peternakan sapi, tapi sutera dulu merupakan salah satu produk andalan Soppeng tapi sudah mulai mati suri jadi mau dikembangkan lagi.
“Mari kita bersama sama bekerja demi kesejahteraan masyarakat, kalau ada yang kurang dalam pemerintahan silahkan dikoreksi demi kebaikan bersama” harap Supriansa.
Turut hadir para Anggota Dprd Soppeng, Kepala Skpd Yang Terkait, Camat Donri-Donri Beserta Kades, Penyuluh, Dan Masyarakat Peternak Ulat Sutera.