Lejja akan Dikembangkan Menjadi Objek Wisata bertaraf internasional, Berikut Penjelasan Bupati Soppeng Saat Wawancara Dengan Crew TVRI

273

Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak mengungkapkan bahwa Kawasan Wisata Lejja akan lebih dikembangkan menjadi objek wisata unggulan bertaraf Internasional, Hal ini disampaikan Bupati Soppeng pada saat wawancara dengan crew TVRI Sulsel di Taman Kalong jalan LamumpatuE Watansoppeng, Jumat, 18 Januari 2019 pukul 09.00 setelah meninjau Kerja Bakti di seputaran Halaman Mesjid Darussalam Soppeng.

Terkait dengan pengembangan kepariwisataan di Bumi Latemmamala, Kaswadi menegaskan bahwa pemerintah saat ini semakin mengembangkan infrastruktur penunjang kepariwisataan yang ada di Kabupaten Soppeng seperti pembuatan jalan lingkar yang menghubungkan Jalan Poros ke Lejja demi mempermudah pengunjung dan menghindarkan macet pada saat high Season atau liburan.

kedepan kami akan membuat lejja lebih menarik seperti membuat kebun binatang tambahnya.

menurut Kaswadi, bahwa selain KWA lejja menjadi Alternatif pengobatan dengan Belerannya (sulfur) yang dipercaya mengobati penyakit gatal dan Rematik, kandungan sulfur ini bisa dijadikan sebagai bahan perawatan Tubuh (sabun) dan Kosmetik.

selain itu, lanjut Kaswadi, di Danau Tempe yang sekarang ini telah dibuat 3 Pulau yang luasnya sekitar 25 hektar per satu Pulau, akan ditata menjadi pulau unik yang menarik yang salah satunya menampilkan kehidupan masyarakat tempo dulue sebelum tersentuh moderinisasi seperti bagaimana masyarakat menangkap ikan dengan alat tradisional.

menjawab pertanyaan dari repoter TVRI Ayu tentang pengembangan Titik tengah Indonesia yang ada di desa Umpungeng, Bupati menngungkapkan bahwa dari jalan poros ke bulu Batue akan di perbaiki jalanannnya, sedangkan dari Bulu BatuE ke lokasi titik tengah akan tetap dipertahankan keasliannya.

apa yang menarik di Titik tengah selain Posisinya Tanya Ayu pada Bupati Soppeng.

Kaswadi menuturkan bahwa selain keindahannya, masyarakat di titik tengah ini sejak jaman dulu mempertahankan budaya dan tradisi yang ada di daerah ini, bahkan ada peraturan bahwa semua orang yang mengunjungi titik tengah harus menjadi orang biasa seperti gelar bangsawan dihilangkan atau gelar gelar lain.

Di umpungeng, semua masyarakat sama, tidak ada bangsawan atau pejabat, tegasnya.

yang menarik juga di titik tengah ini adalah fenomena alam yang sering muncul pada saat batu yang ada dititik tengah ini kalau di buka, tambah kaswadi, kenapa titik tengah ini ditutup dengan batu purba ?, karena dulu kalau terbuka penutupnya akan muncul pusaran angin yang bisa membahayakan anak-anak, makanya harus ditutup dan dipagari untuk mencegah kemungkinan buruk tukasnya.

yaya rokayah ketua tim TVRI menjelaskan bahwa interview ini merupakan salah satu program bulanan TVRI yang bernama Pesona Indonesia yang menayangkan objek objek yang menarik di Sulawesi Selatan.

setiap bulan berbeda lokasi pengambilan gambar, untuk bulan januari ini lokasi yang akan di tayangkan adalah Kabupaten Soppeng jelasnya.

Turut hadir Kadis Lingkungan Hidup, Kabag Humas dan Camat Lalabata