Soppeng. Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH melaksanakan Pertemuan dengan Dua pihak yang bersengketa lahan di Walattasi Desa Watu Kec. Marioriwawo Kab. Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng pada hari Senin tanggal 03 Oktober 2016.
Supriasa di depan Kedua Belah Pihak menyatakan bahwa mediasi merupakan jalan terbaik untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan ini. “ saya mengharapkan masalah dapat diselesaikan dengan baik-baik secara mufakat sehingga kita bisa menghindari masalah lain yang bisa timbul seperti konflik dan bentrokan dalam masyarakat” jelas supriansa.
Untuk menyelesaikan masalah ini lanjut supriansa, saya memanggil pihak pertanahan yang menerbitkan sertifikat supaya pembicaraan ini tidak berbelit-belit dan jelas peruntukannya,. “ di sini bukan tempat beradu argumen tetapi tempat memperlihatkan fakta berupa sertifikat sah yang menjadi bukti tanda kepemilikan lahan/sawah yang sah” jelas supriansa.
“ Negara kita adalah Negara Hukum maka tidak boleh ada tindakan yang melanggar hukum seperti penyerobotan lahan yang punya sertifikat, kalau ada yang melakukan pelanggaran maka saya serahkan kepada aparat Hukum untuk menindaknya” kata supriansa
Pada pembicaraan ini telah dihasilkan beberapa solusi diantaranya:
1. Pihak Penggugat dari Keluarga Datu Mangkona mengakui dan tidak akan menggarap tanah yang memiliki sertikat dan tanda bukti kepmilikan yang sah menurut UU yang berlaku
2. Bagi masyarakat yang tidak memiliki sertifikat atau bukti lain tanda kepemilikan maka selanjutnya akan berkordinasi dengan Pemerintah setempat atau melakukan pemufakatan bersama dengan Pihak Keluarga Datu Mangkona.
Pertemuan ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kab.Soppeng, Polres Soppeng, Pengadilan Negeri Soppeng, Camat Marioriwawo dan Media.
.