Pembukaan Pelatihan Kepeloporan Pemuda Bidang Pertanian Organik dengan tema “Pertanian Berbasis Kearifan Lokal” yang dilaksanakan oleh Generasi Muda Desa Nusantara (Gema Desantara) bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Aula Hotel Kayangan Kelurahan Botto Kecamatan Lalabata pada hari Rabu tanggal 25/10/2017 pukul 10.00 Wita. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari dimulai pada tanggal 25 s/d 27 Oktober 2017.
Panitia Pelaksana Muzakkir Sudirman, S. IP dalam laporannya menuturkan tujuan kegiatan ini yaitu
1. perubahan mainsheet masyarakat pertanian di Indonesia dari sistem pertanian konvensional alami menjadi sistem pertanian alami
2. Menciptakan kader muda pertanian yang handal yang memahami sistem pertanian alami
3. Memaksimalkan potensi lokal dengan sistem pertanian alami
4. Memaksimalkan peran pemuda pertanian.
Perwakilan Gema Desantara Burhanuddin dalam sambutannya menuturkan Gema Desantara merupakan suatu organisasi yang bergerak dalam rangka pemberdayaan pemuda khususnya di desa desa. Kami bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk mengubah mainsheet atau paradigma pemuda di Indonesia terkait dengan pertanian. Kenapa kami menggagas program pertanian organik karena Kami melihat banyak dari kalangan pemuda yang berpendapat bahwa petani adalah pekerjaan kasar yang tidak dapat menjanjikan kesejahteraan. Banyak pemuda yang lebih memilih pindah ke kota untuk mengadu nasib. Kami telah berdiskusi dengan pemuda pemuda yang berasal dari Sulawesi Selatan menyangkut pertanian yang alami yang tidak menggunakan pupuk sehingga bisa menghasilkan hasil pertanian yang cukup membanggakan. Seperti kemarin kami berdiskusi mulai dari Pangkep sampai Enrekang, tekait hasil pertanian yang dikelola secara alami ternyata jauh lebih banyak di banding menggunakan pupuk yang selama ini digunakan oleh petani. Sulawesi Selatan merupakan daerah lumbung padi. Kita berharap bahwa munculnya ide ide dari kaum muda yang memang menggeluti pertanian yang alami ini bisa meningkatkan produksi hasil pertanian khususnya di Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pupuk organik selain biaya produksi yang kecil juga medapatkan hasil yang banyak. Dulu leluhur kita bertani dengan menggunakan pupuk yang alami hal ini yang ingin kami galakkan dengan menyasar para pemuda untuk dapat mengelola lahan pertanian dengan menggunakan pupuk alami.
Burhanuddin menambahkan Program yang kami gagas bersama Kemenpora RI pertama kami lakukan di wilayah Sulawesi mulai dari Pangkep, Enrekang, Polman, Soppeng, Sinjai, Bulukumba, Konawe dan Konawe Utara. Setelah tahap pertama selesai kami rencananya akan menyasar pulau Sumatera. Sengaja kami menyasar para pemuda karena kami ingin pemuda tidak hanya berpikir menjadi pegawai, akan tetapi bisa konsen menjadi petani yang intelektual, Mempunyai inovasi, dan dapat dibanggakan. Kami berharap alumni pelatihan ini bisa menjadi petani unggul, yang bisa di banggakan dan dapat menjadi contoh bagi pemuda pemuda di daerah lainnya.
Asisten II Drs. A. Akbar Nur Thahir yang mewakili Bupati Soppeng sekaligus membuka acara ini mengatakan atas nama Bupati Soppeng dan pribadi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gema Desantara yang bekerjasama dengan Kemenpora RI karena telah melaksanakan kegiatan ini. Kabupaten Soppeng 70% bergerak di bidang Pertanian. Kabupaten Soppeng ini masuk dalam kategori lumbung pangan nasional. Tahun lalu kita masuk kategori terbaik se Sulawesi Selatan serapan gabah tercepat dan masuk nomor 5 tingkat Nasional. Saya melihat ada kecenderungan dari adik adik kita yang sudah selesai pendidikan sarjananya bahkan S2 yang ada di Kabupaten Soppeng hanya menginginkan menjadi PNS. Sehingga saya sayangkan mereka yang mempunyai potensi yang cukup SDMnya lebih sibuk menjadi pegawai Sukarela. Ribuan pegawai Sukarela yang berada di Kelurahan, Kecamatan, Desa dan Dinas Dinas. Kemarin saja 3 juta lebih yang mendaftar menjadi PNS yang lulus berkas yang mau diterima hanya 57 ribu seluruh Indonesia. Saya harapkan agar kita dapat mengubah pola pikir kita bahwa mari kita memanfaatkan potensi yang kita miliki .
Asisten II menambahkan Saya masih ingat pada waktu tejadi krisis moneter yang hidup mapan hanyalah orang orang yang bekerja di bidang pertanian. Olehnya itu kita harus bangga bagi adik adik kita yang mempunyai disiplin ilmu pertanian dan perkebunan marilah kita lakukan inovasi inovasi. Apalagi bapak Bupati Soppeng rencananya akan menjadikan Kabupaten Soppeng sebagai pilot project pertanian modern di Sulawesi Selatan dengan lahan sekitar 100 hektar di Kecamatan Liliriaja. Sekarang kita panen 2 kali setahun dengan pertanian modern akan diupayakan dengan sentuhan IT 4 kali panen dalam setahun. saya harap kepada adik adik bisa datang kesana belajar karena pilot project ini akan didampingi oleh Pakar Pakar yang ahli di bidangnya. Mudah mudahan ilmu yang didapatkan pada kegiatan ini dapat di manfaatkan dengan baik.
Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan dari Dispora Kabupaten Soppeng, Perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, para peserta yang terdiri dari Organisasi pemuda dan pemuda desa se Kabupaten Soppeng serta tamu undangan lainnya.