Pemerintah Kabupaten Soppeng melaksanakan Pembukaan Pencanangan Bakti Sosial Bayangkara KB Kesehatan Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2017 di Aula Aspol Watansoppeng, Selasa 19 September 2017
Ketua Panitia Kepala Dinas Pengendalian penduduk dan KB Ir.Andi Nurjamhuria dalam laporannya mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan realisasi program KB momentum khusus yg terdiri dari:
IBI-KB-Kesehatan, Bhayangkara KB Kesehatan, TNI Manunggal KB kesehatan dan PKK-KB-Kesehatan.


“Diharapkan dengan keterlibatan bapak kapolsek dan seluruh ibu-ibu Bhayangkari kerja sama dinas kesehatan akan meningkatkan cakupan peserta KB baru, meningkatkan pembinaan peserta KB aktif dan meningkatkan parstisipasi organisasi profesi Bhayangkari dalam pelayanan KB kesehatan di Kab.Soppeng dan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi” kata Nurjamhuria
Nurjamhuria menambahkan bahwa dengan keterlibatan ibu-ibu Bhayangkari diharapkan tidak ada Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak terlayani sehingga mereka tidak Drop Out atau Unmet Need Bhayangkari, bidan desa bekerjasama dengn PLKB/PKB dibantu oleh PPKBD melakukan advokasi dan mensosialisasikan metode penggunaan alat kontrasepsi yang lebih efisien dan efektif.


Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Bakti Sosial Bhayangkara KB-Kesehatan merupakan wujud nyata peran polisi dalam mendukung program KB Nasional dan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu dengan kerjasama lintas sektor terkait sehingga kita semua yang terlibat dalam kegiatan ini tentunya harus merasa bertanggung jawab dan mendukung sepenuhnya keberhasilan kegiatan ini.


“Keberhasilan yang dicapai harus bisa melecutkan semangat kerja kita untuk tidak cepat berpuas diri, masih diperlukan kerja keras terutama dalam peningkatan akseptor KB menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang sperti implant, IUD, MOW dan MOP karna alat ini akan mengurangi angka drop out penggunaan alat kontrasepsi.Utamanya masyarakat di daerah terpencil yang sangat memerlukan perhatian agar dapat memperoleh akses pelayanan KB dan pelayanan kesehatan yang memadai” Jelas Supriansa.


“Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yang menjadi penekanan pokok dalam program KB untuk saat ini, karena melihat bahwa saat ini masih banyak akseptor KB yang menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek seperti Pil, Suntik, Maupun Kondom” lanjut Supriansa.
Selain itu, lanjut Supriansa, ada satu hal yang cukup memberikan angin segar bagi kita warga Kabupaten Soppeng dalam hal pelaksanan Program KB untuk tahun 2017 ini, Kabupaten Soppeng tetap memperoleh Dana Alokasi Khusus bidang KB yang diperuntutkan untuk pengadaan sarana dan prasarana KB untuk memperlancar program Kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga di tingkat lini lapangan.
Turut hadir, Kapolres Soppeng, Plt.Kepala Dinas kesehatan, Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Kepala Puskesmas se- Kabuapten Soppeng, Kepala Bidang dan Kasi DPPKB Kabupaten Soppeng.