Penandatanganan memorandum of understanding antara pemkab soppeng dengan kodim 1423 Soppeng dalam rangka penuntasan buta aksara dan putus sekolah ( paket a, paket b dan paket c).dilaksanakan
di aula kodim 1423 Soppeng jalan laburawung Kelurahan lapajung kecamatan Lalabata , Rabu 28 Februari 2018.
Kabid Pembinaan Paud dan PNF Dinas Pendidikan Rustam mengatakan bahwa Dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan dan menjamin pemerataan kesempatan memperoleh pelayanan Pendidikan bagi masyarakat pada jalur Pendidikan Non Formal, maka perlu dibentuk program Layanan Pendidikan Keaksaraan, dan Pendidikan Kesetaraan baik Paket A, B maupun Paket C.


“sesuai dengan data yang ada bahwa di Kabupaten kita ini masih terdapat warga masyarakat yang belum mampu atau belum lancar membaca, menulis dan berhitung, demikian juga masih terdapat warga masyarakat yang putus sekolah mulai dari jenjang SD, SMP maupun SMA. Sehingga dengan kondisi ini sangat mempengaruhi IPM atau Indeks Pembangunan Manusia” ungkap Rustam
Rustam menjelaskan bahwa pendataan dari dinas pendidikan bekerjasama dengan kodim 1423 pada akhir tahun 2017 terhadap penduduk yg belum mampu baca tulis hitung sebanyak 712 orang terdiri dari 394 laki-laki dan 318 orang perempuan.
“untuk penduduk putus sekolah dalam jenjang SD dan SMP sebanyak 656 orang terdiri dari 163 lakilaki dan perempuan 224 orang, Untuk penduduk putus sekolah dalam jenjang SMA sebanyak 387 orang terdiri dari 163 orang laki” dan 224 orang perempuan, sedangkan untuk penduduk putus sekolah antar jenjang SD ( tamat SD tidak lanjut SMP ) sebanyak 1913 orang terdiri dari laki” 1054 dan 859 perempuan, penduduk putus sekolah antar jenjang SMP sebanyak 1322 orang terdiri dari 603 orang laki” dan 719 perempuan, total penduduk putus sekolah antar jenjang sebanyak 249.768 orang” Jelasnya
Dandim 1423 Soppeng Letkol Arm Fajar Catur mengatakan bahwa salah satu tugas TNI adalah membantu pemda dalam mengatasi kesulitan rakyat di daerahnya dan salah satunya yaitu mengatasi buta aksara dan putus sekolah.


“saya siap membantu pemda apalagi mengenai buta aksara untuk meningkatkan kepentingan Sumber daya manusia, agar mereka tidak mudah dibodoh bodohi, dihasut dan di adu domba apabila masyarakat semakin pandai maka ketahanan wilayah semakin dapat diatasi” lanjutnya
fajar mengungkapkan bahwa ada 31 prajurit yang saya libatkan dalaam penuntasan buta aksara, mereka adalah prajurit yang terlatih yang betul-betul memiliki jiwa lembut dan tekun.
Acara dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan penadatanganan MOU
Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya mengatakan kalau program ini adalah merupakan program yang penting, mengingat masih banyak saudara saudara kita yg membutuhkan bantuan dan perhatian, masih banyak diantara mereka yg perlu diberikan pelayanan pendidikan.
“hal penting yang harus kita pahami dari kegiatan ini bahwa niat baik itu perlu dukungan yg maksimal dari seluruh stekholder yg ada krn tanpa dukungan mereka kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik” tambahnya.


“saya yakin dan percaya jika ini bisa kembangkan pasti akan banyak motivasi dan ketentraman bisa tercipta, jangan sampai menimbulkan kesan yg tidak baik di mata masyarakat kita harus meyakinkan mereka bahwa kita datang untuk membantu mereka menuntaskan buta aksara dan putus sekolah” kata Kaswadi
Kaswadi mengakhiri sambutannya dengan memotivasi seluruh anak untuk melanjutkan sekolahnya serta memotivasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
turut hadir Wakil Ketua DPRD Soppeng, para Anggota Forkopimda, Sekda , Asisten dan Staf Ahli Sekda, Para Kepala Dinas Terkait dan Undangan Lainnya.