Kepala PT. TASPEN cabang Bone bersama Kepala Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara Cab.Bone , kepala bank muammalat cab.bone melakukan pertemuan dengan bupati soppeng di kantor bupati soppeng jalan salotungo watansoppeng, rabu 20 november 2019.

Kepala cabang (kacab) PT TASPEN kabupaten bone, subagyo bersama rekannya diterima langsung bupati soppeng H.A.kaswadi razak, se di ruang kerjanya, menurut subagyo bahwa kedatangannya bersama dua rekannya ini adalah sebagai bentuk mempererat silaturahim dengan pemimpin daerah ini.

selain itu kepala taspen ini memperkenalkan produk baru taspen yakni jaminan kecelakaan kerja (jkk) dan jaminan kematian (jkm) pegawai non pns dan program beasiswa bagi anaknya yang akan bersekolah. Program jkk jkm bagi penerima upah yang bekerja pada penyelenggara negara diatur berdasarkan pp 70 tahun2015, pp 66 tahun 2017, dan pp 49 tahun 2018 di mana untuk asn, pppk dan honorer di kelola oleh taspen. Melalui pp nomor 49 tahun 2018 pasal 99 pula menyatakan bahwa pegawai non-pns yang bertugas pada instansi pemerintah diberikan perlindungan berupa jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian sebagaimana berlaku bagi pppk. peraturan yang berlaku bagi pppk dalam hal ini ialah pp nomor 70 tahun 2015, dimana pengelolaan jkk dan jkm diamanatkan kepada taspen.

Bupati soppeng menyampaikan apresiasi dan berterima kasih pada PT. Taspen yang mau memperhatikan pegawai non pns.

semoga dengan adanya program ini pegawai non pns bisa lebih bersemangat kerja karena sudah disantuni dan tidak lagi khawatir akan resiko kerja.

“ dengan adanya program taspen ini maka pemkab soppeng juga terus berbenah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat soppeng” ucapnya.

bupati soppeng ini benegaskan bahwa fasilitas yang ada di rsud akan lebih ditingkatkan supaya mempermudah masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan. program beasiswa dari taspen seirama program “mappadeceng dan mappasikola” yang mengharuskan setiap Skpd untuk terjun langsung melihat kondisi masyarakat dan wajib menyekolahkan anak yang putus sekolah. kita sebagai abdi masyarakat harus turun tangan kalau ada permasalahan ditemukan masalah dalam masyarakat seperti beasiswa yang sudah besar dari tahun sebelumnya.

Selain saya mulai membangkitkan semangat gotong-royong yang mulai menghilang tergerus modernisasi, rumah rusak atau jalanan bisa dibuat dan diperbaiki tanpa menggunakan dana besar tetapi cukup menggalakkan masyarakat untuk bergotong royong, maka permasalahan akan cepat selesai. saya selalu menekankan kepada aparat pemda untuk bekerja ihlas karena kita adalah pelayan masyarakat.

Turut hadir Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah. Drs.H.Dipa, M.Si.