Di tengah pandemi Covid-19 saat ini realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo (BOSOWA) secara agregat masih mampu tumbuh secara rata-rata sebesar 8,14%. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), sampai dengan bulan Agustus 2020 secara agregat telah tersalurkan KUR di BOSOWA sebesar Rp1,32 triliun untuk 40.616 debitur. Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp.1,17 triliun untuk 44.306 debitur, mengalami kenaikan dari jumlah akad kredit namun mengalami penurunan jumlah debitur sebanyak 3.690 debitur. Adapun kenaikannya secara agregat sebesar Rp145,22 miliar atau rata-rata pertumbuhan sebesar 8,14%.
Secara lebih rinci, realisasi KUR di Kabupaten Bone sampai dengan bulan Agustus 2020 sebesar Rp.680,69 miliar untuk 19.415 debitur, mengalami kenaikan sebesar 17,07% dibanding bulan Agustus 2019 sebesar Rp.564,53 miliar untuk 20.385 debitur. Kabupaten Bone juga merupakan yang tertinggi realisasi KUR sampai dengan Agustus 2020 bila dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan.
Realisasi KUR di Kabupaten Soppeng sampai dengan bulan Agustus 2020 sebesar Rp.212,42 miliar untuk 7.415 debitur, mengalami kenaikan sebesar 1,01% dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp.210,27 miliar untuk 9.216 debitur dan berada di peringkat ke sebelas.
Sementara itu, realisasi KUR di Kabupaten Wajo sampai dengan bulan Agustus 2020 sebesar Rp.424,57 miliar untuk 13.786 debitur, juga mengalami kenaikan sebesar 6,34% dibanding sampai dengan bulan Agustus 2019 sebesar Rp.397,66 miliar untuk 14.704 debitur. Kabupaten Wajo juga merupakan tertinggi ketiga bila dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman menambahkan, dengan adanya pertumbuhan realisasi KUR di BOSOWA pada masa pandemi Covid-19 saat ini, mengindikasikan tumbuhnya usaha di berbagai sektor ekonomi oleh UMKM. Dengan demikian diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional bangkit kembali.