Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di Mesjid Mujahidin Sewo Kelurahan Bila Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Sabtu 02/06/2018.

Pada kesempatan ini, Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, SE memberikan bantuan dana hibah kepada pengurus Mesjid. Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH dalam sambutannya mengatakan hari Nuzul Qur’an adalah hari turunnya Al Qur’an yang pertama turun di saat Rasulullah SAW berumur 40 tahun dan pertama kali di Gua Hira. Kalau kita Gambarkan di dunia kepemimpinan, maka orang yang berumur 40 tahun maka itu sudah dilengkapi dengan kedewasaan berpikir dan kedewasaan bertindak. Dalam surat Al Baqarah ayat 183 mengatakan “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa”. Sebenarnya puasa itu sama halnya tubuh kita diservis tidak makan minum mulai pagi hari sampai sore hari. Sama halnya dengan kendaraan harus rutin di servis agar dapat dipakai dengan lancar. Allah SWT mengatakan “Hai orang-orang yang beriman” dipanggil semua orang-orang yang beriman untuk berpuasa karena mau dicuci tubuhnya. Mari kita buktikan kita minum kopi minum sirup warna merah dan hitam kalau kita kencing bukan warna merah ataupun hitam Keluar. Yang memproses itu adalah sekelompok organ tubuh yang bekerja termasuk ginjal kita. Ginjal kita memproduksi darah kita menjadi Darah segar mengatur hubungan antara darah dengan air di dalam tubuh kita. Inilah nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita. Makanya kita di wajibkan berpuasa agar tubuh kita di servis sehingga organ yang ada dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Jika orang tidak berfungsi ginjalnya maka harus cuci darah. Beberapa orang di Kabupaten Soppeng ini meninggal hanya karena terlambat cuci darah karena di Kabupaten Soppeng ini tidak ada alat cuci darahnya. Harus dibawa keluar ke Makassar, Jakarta atau Singapura hanya untuk cuci darah. Saya pernah berbincang dengan Bapak Bupati Soppeng Bagaimana menjawab persoalan masyarakat ini. Alhamdulillah sekarang di Rumah Sakit kita sudah terdapat alat untuk mencuci darah. Kami datang ke daerah ini untuk buka puasa bersama yang didahului dengan dialog dengan masyarakat sesungguhnya itu adalah perwujudan dari sebuah taqline yang dipasang oleh Akar Super yang mengatakan “Pemerintahan Tanpa Sekat”. Saya dengan Bapak Bupati Soppeng membuat sebuah konsep program yang namanya Bupati menyapa. Tadi kita buka puasa bersama apa yang saya makan dengan Bapak Bupati sama dengan yang Bapak Ibu makan. Hal ini menandakan bahwa kita satu rasa. Allah SWT berfirman “taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian”. Kalau ada orang yang tidak mau mengikuti pemerintahnya di jalan yang benar bukan salahnya kita salahnya orang itu sendiri kecuali pemerintah mengajak kepada yang salah maka kita tidak boleh ikuti. Allah SWT memiliki 100 nikmat. 99 disimpan di akhirat. Satu yang diturunkan di dunia dibagi-bagi ke nikmatnya hewan, nikmatnya tumbuhan, dan nikmatnya manusia. Ada tiga golongan kalau berdoa maka akan dikabulkan doanya oleh Allah SWT yaitu orang yang berpuasa, orang yang teraniaya dan penguasa yang adil.

Sebagai Wakil Bupati, keluhan masyarakat di media sosial saya tindaklanjuti. Orang mengatakan hebat. Hal ini merupakan Perintah Bapak Bupati Soppeng agar saya memonitor di media sosial. Pak Bupati kerja yang berat berat, dan yang ringan ringan saya. Yang pergi ke gunung, ke danau, ke sawah, pergi ke mana mana Bertemu dengan masyarakat berpanas panasan adalah Bapak Bupati Soppeng. Saya di Kantor penuh dengan AC di ruangan saya. Apakah ini tidak adil, adil menurut Bapak Bupati walaupun di dalam hati kecil saya merasa sedih melihat kerja keras Bapak Bupati. Akan tetapi Bapak Bupati mengatakan tidak apa-apa. Kita bagi tugas. Selesaikan urusan kantor, saya selesaikan urusan di luar. Lalu tiba-tiba muncul sebuah isu mengatakan Wakil Bupati Soppeng akan mengundurkan diri. Saya akan menyampaikan di sini selama 2 tahun 6 bulan saya dibonceng oleh Bapak Bupati mengarungi lautan pemerintahan di Kabupaten Soppeng ini kita bisa lihat program perubahan yang terjadi di kabupaten Soppeng. Pertumbuhan ekonomi kita meningkat 3%. Beasiswa kami alokasikan 8 Milyar. Saya ingin mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI agar saya bisa lebih meningkatkan Pembangunan di Soppeng. Karena kalau hanya APBD Soppeng saja, kita tidak bisa membangun Soppeng dengan cepat. Secara pribadi, Gaji saya sebagai Wakil Bupati cukup sekali untuk menghidupi keluarga. Akan tetapi kepentingan masyarakat lebih penting di bandingkan kepentingan pribadiku. Saya menempatkan diri saya sebagai Pembantu Bapak Bupati Soppeng, secara langsung saya prajurit, jadi kalau saya di suruh ke Jakarta, Insya Allah saya perjuangkan. Saya berjuang di Jakarta dan Bapak Bupati di Soppeng. Ada sesuatu yang besar yang saya bayangkan dengan Bapak Bupati untuk Kemajuan Soppeng. Tapi tidak usah saya ungkapkan di sini. Kita tunggu saja.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Soppeng, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Para Anggota Forkopimda Soppeng, Sekda Soppeng, para Asisten dan Staf Ahli Setda, Para Kepala SKPD, para Kabag Setda, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kecamatan Lalabata serta ratusan jamaah