Pemerintah Daerah Melalui Dinas Pertanian Mengadakan Seminar Peningkatan Kapasitas Penyuluh Mendukung Pengembangan Buah Tropis dengan tema “mewujudkan pemuda Indonesia menjadi agropreneur” di Gedung pertemuan masyarakat Soppeng Selasa,20/02/18
kegiatan dilaksanakan dalam rangka refleksi 2 tahun kepemimpinan akar super
Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak saat membuka seminar secara resmi mengatakan bahwa Sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis, Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat baik, terutama untuk pertanian tropika, Salah satu produk pertanian tropika Indonesia yang berpotensi menjadi andalan adalah produk pertanian segar dalam bentuk buah-buahan.


“Termasuk daerah kita ini merupakan daerah yang potensi pertaniannya cukup tinggi, kita harus tahu
bagaimana kita mendapatkan nilai tambah dari sektor pertanian untuk kehidupan yang layak dan bagaiamana memanfaatkan potensi tanah yang kita miliki karna sekitar 70% masyarakat Soppeng ini bergelut di sektor pertanian” Lanjut Kaswadi
“Untuk itu Saya harapkan para peserta seminar dapat mengikuti seminar dengan sungguh-sungguh, karna kita sengaja menghadirkan pemateri yang profesional agar masyarakat Soppeng khususnya para pemuda bisa menjadi petani yg sukses dan inovatif” Harapnya.


Praktisi andalan agrobisnis indonesia, Wayan supadno mengatakan soppeng ini tanahnya seperti gemah ripa lo jinawi artinya banyak tanah subur, jeruk dan lengkeng sangat cocok dibudidayakan di soppeng.
“soppeng kalo tidak dihidup hidupkan tidak ada motivasi maka soppeng akan menjadi kota mati, Anak muda di Soppeng harus kita motivasi menjadi pengusaha pertanian yg inovatif, sukses itu harus cerdas spritual cerdas emosional cerdas rasional, menjadi petani itu tidak sulit tapi nikmat” ungkapnya
wayan menambahkan bahwa modal orang sukses itu hanya satu kata kuncinya yaitu lakukan, lakukan dengan kerja nyata jangan suka menunda nunda, satu langkah nyata lebih berarti daripada seribu langkah dalam mimpi.
“kami akan mensupport bagaimana kedepannya pemuda soppeng bisa menjadi agropreneur” Tegasnya
turut hadir Kepala pusat penelitian dan pengembangan hortikultura kementrian pertanian, Dr.Ir.Hardiyanto, Msc Direktur komoditas nasional, H.Soekam parwadi, Kadin Sulsel, Kamaruddin wahab