Kepala Dinas Pendidikan Kab.soppeng Drs.Lukman, M.Pd.menghadiri pembukaan program sinkronisasi peningkatan penjaminan mutu pendidikan di hotel Grand Soeta jalan puncak tuju Wali wali Salotungo Watansoppeng, Sabtu 12 Mei 2018 pukul 20.00 WITA.
Kadiknas Soppeng saat memberikan ucapan Selamat Datang kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Dikdasmen DR.thamrin Kasman, M.si mengatakan bahwa di Soppeng memiliki beberapa Objek Wisata yang menarik seperti KWA Lejja, KWA.Ompo, KWA Citta dan titik tengah Indonesia (central Point of Indonesia) di Umpungeng.
Kadisknas juga menyampaikan bahwa seluruh sekolah mulai dari SD, SMP, SMA sedarajat harus mengajarkan mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) khusunya Bahasa Daerah supaya tidak terlupakan bahasa lokal daerah ini yaitu Bahasa Bugis.
“Salah satu bentuk kepedulian mempertahankan budaya lokal yaitu Sekolah Bugis yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggali semua nilai budaya yang masih ada ” Jelasnya.


Dan khusus anggaran pendidikan di Kabupaten soppeng, lanjut Lukman, sekesar kami laporkan bahwa Kabupaten Soppeng yang paling Tinggi di sulawesi Selatan bahkan di indonesia yaitu beasiswa dan peningkatan mutu pendidikan.
“Tenaga Pendidik yang akan pensiun tahun ini adalah 600 orang sedangkan pengangkatannya hanya sekitar 70 orang sehingga kita kekurangan guru PNS sehingga Yang mengajat hanya Guru Honorer”ungkapya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Dikdasmen DR.thamrin Kasman, M.si saat memberikan sambutan mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Kegiatan ini sangat menginpirasi kami di pusat untuk mengevaluasi setiap kegiatan pedidikan di tanah air” jelasnya.
“Bila kita bisa berinovasi dan berkreatif maka ada nilai lebih yang bisa kita tampilkan dari apa yang kita contoh seperti sekolah bugis yang sangat bagus programnya ini”lanjunya.
Dengan sekolah bugis ini lanjut Thamrin, maka sistem formal maupun informal seperti budaya budaya yang selama ini diwariskan pendahulu kita dapat kita gali dan dapat kita lestarikan.
” Secara formal ada sistem sistem yang dibangun yang harus senantiasa mendapatkan umpan balik untuk menyesuaikan atau memperkaya sistem pedidikan yang sudah berjalan baik saat ini”ungkapnya.
“Bawalah manfaat dan nilai tambah dalam pertemuan bahwa kita tidak bisa bangga dengan cara kita sendiri tapi harus selalu ada perbandingan untuk menjadi lebih baik”harapnya saat membuka Kegiatan ini.
Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 12 s / d 14 Mei 2018 dengan peserta dari kabupaten Soppeng, Kab.Wajo, Kab.Pangkep, Kab.Enrekang, Kab.Tator dan Kabupaten Pinrang.