Pentas Budaya Tradisional seminar budaya tradisional dan bahasa daerah diselenggarakan oleh dinas pendidikan kab.Soppeng di gedung pertemuan masyarakat Soppeng Kamis, 21 Desember 2017
Ketua panitia Hj.A.Astati dalam laporannya mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri dizaman yangg modern ini manusia-manusia telah banyak meninggalkan adat istiadat dan kebudayaan yang menjadi tatanan masyarakat bangsa indonesia terkhusus di Kabupaten Soppeng , padahal adat istiadat memiliki kekuatan spiritual yang perlu dibudayakan.
“tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melestarikn dan memotivasi pembentukan sikap karakter melalui permainan tradisional serta membudayakan penggunaan bahasa bugis di kalangan masyarakat” ungkapnya
Peserta seminar adalah Para kepala skolah SD, SMP, Mts serta seluruh guru bahasa daerah dan seni budaya se kab.soppeng.
Sambutan Bupati Soppeng, H.A.Kaswadi Razak dibacakan oleh Sekda Soppeng Drs.H. A.Tenri Sessu, M.Si mengatakan Peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar karna menyangkut nilai-nilai kehidupan yg melandasi sebuah tatanan masyarakat.
“Tanpa pembangunan budaya, baik itu kesenian, sastra, bahasa lokal dan tradisi lokal ataupun pemikiran budaya, sebuah bangsa akan kehilangan spirit dan roh kehidupan masyarakatnya, saat ini budaya kita mengalami tantangan yg luar biasa dari budaya luar termasuk budaya barat, tidak dapat dipungkiri banyak anakanak bangsa kita, boleh jadi kita sendiri lebih menyukai budaya barat ketimbang budaya sendiri.

Selain itu Sekda mengatakan kalau kita merasa lebih percaya diri dan lebih gaul jika meniru budaya barat, akhirnya kita malu mengakui budaya kita sendiri, Olehnya itu kegiatan ini dapat menjadi salah satu kegiatan yg memiliki fungsi penguatan budaya tradisional dan penguatan bahasa bugis.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya sekedar seremoni tapi akan terus berlanjut dan menunjukkan pengakuan kepada budaya kita sendiri dengan aksi dan bukti nyata di tengah-tengah masyarakat” harap Tenri Sessu
Berbagai persembahan tarian dan lagu daerah bugis ditampilkan dalam pentas budaya tradisional tersebut
turut hadir Kapolres, Dandim 1423, Kajari Soppeng, Kepala Kantor Kementerian Agama, Para pimpinan Skpd, Ketua tim penggerak PKK, Para Camat, Lurah dan Kepala desa