Asisten II Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Drs H A Akbar Nur Thahir menghadiri Sosialisasi pengaturan terhadap implementasi sub penyalur BBM yang diselenggarakan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migasdi hotel Grand Saota Soppeng) , Selasa 05/12/17.
Drs.Akbar Nur Tahir mengatakan kalau Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan informasi kepada kita tentang peraturan perundang undangan yang mengatur tentang migas , migas merupakan SDA dan mempunyai peran penting dalam perekonomian nasional.
“ migas sebagai salah satu kebutuhan untuk mendukung kebutuhan pokok dan kebutuhan aktivitas masyarakat, maka migas harus dikelolah secara transparan” Jelas Akbar
Akbar menambahkan bahwa sesuai dengan salah satu Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yaitu membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan maka diharapkan akan terbentuk sub penyalur-sub penyalur lainnya di wilayah terluar, terdepan dan terpencil di Indonesia, sehingga diharapkan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dan perekonomian masyarakat dapat tumbuh sebagaimana yang diharapkan.
“kepada para penyalur saya harapkan untuk menyalurkan BBM sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemda agar masyarakat tidak mengalami kerugian” Harap Akbar.
Dr.H.A.Jamaro Dulung M.Si dalam sambutannya menyebutkan bahwa Dari 70 desa yang ada di Kabupaten Soppeng, hanya terdapat 5 SPBU, sedangkan kebutuhan kita untuk BBM begitu besar tapi pemasok belum mampu memenuhi kebutuhan kita, untuk itu sekarang kita buka kesempatan bagi teman-teman yang ada di desa untuk membuat unit usaha sebagai penyalur BBM resmi agar teman-teman di desa tidak lagi menjual bensin dan bbm dengan illegal.
“Jika setiap desa masing-masing memiliki sub penyalur maka akan ada 70 unit penyalur BBM resmi di Soppeng, ini tentunya adalah hal yang sangat luar biasa” ungkap Jamaro
Kepala Komite BPH migas Ir. Hendry Ahmad,MT yang memberikan sambutan menyampaikan bahwa Kehadiran kita disini untuk memberikan pemahaman mengenai BBM kepada masyarakat, bahwa BBM itu ada 3 jenis, diantaranya:
1. BBM umum tidak besubsidi
2. BBM khusus penugasan premium dan
3. BBM tertentu
“kita rencanakan akan mengembangkan yang namanya sub penyalur, sub penyalur ini adalah penyalur yg resmi atau legal jadi masyarakat tidak akan takut atau ragu-ragu apabila ada aparat yang mempertanyakan legalitas BBM yang diperjual belikan” jelas Hendry
Hendry menambahkan kalau Sub penyalur yang ada disetiap desa bertujuan agar masyarakat memperoleh BBM dengan mudah di daerahnya masing-masing tapi harganya harus mengikuti standar harga dari pemerintah, karna sampai saat ini masih banyak wilayah-wilayah tertentu yang sulit untuk mendapatkan BBM.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengusaha dan Tokoh masyarakat sekitar 100 orang se-Kabupaten Soppeng