Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE menghadiri pembukaan sosialisasi rencana aksi pengembangan agribisnis sutera alam soppeng di ruang pola kantor bupati jalan Salotungo Watansoppeng, Jumat, 19 Oktober 2018.
Salah satu pemateri Dr. Ir. Dedy Duryadi Solihin DEA mengatakan telah menyusun pengembangan industry berbasis sutra di kabupaten Soppeng oleh Tim komenko dan IPB.
“dari pengolahan sutra nantinya bisa diolah menjadi berbagai produk seperti teh murbei, suplemen klorofil untuk minuman, kosmetik, sedangkan dari dari pemeliharaan ulat sutra kita bisa mendapatkan “Pupa” serangga yang bisa jadi berbagai macam suplemen makanan bayi, suplemen makanan hewan, dan citosan, untuk ketahanan tubuh” Jelas dedy
“Kepompong Ulat Sutera mengandung protein alami yang disebut sericin yang membantu menyeimbangkan kandungan asam amino kulit, dan merangsang epidermis – lapisan luar kulit, terdapat asam amino protein dalam kepompong sutra yang menguntungkan semua jenis kulit” tambahnya
lanjut, Dedy mengungkapkan bahwa disoppeng telah dibuatkan 12 program Aksi yang terkait dengan pengembangan ulat sutera yaitu sebagai berikut:
1. Pengembangan Kampung Sutera Di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng
2. Pembuatan Website Dan Sarana Pendukungnya Untuk Promosi Sutera.
3. Perbaikan Infrastruktur Kampung Sutera.
4. Revitalisasi Dan Pengembangan Pusat Pendidikan , Pelatihan Dan Industry Kreatif Sutra Serta Museum Alam Sutera Di Kabupaten Soppeng.
5. Edukasi sarikultur (pemeliharaan ulat) diupayakan masuk kurikulum lokal
6. Perluasan areal tanaman murbei
7. Intensifikasi tanaman yang sudah ada
8. Pengadaan bibit ulat sutera dan pengembangan bibit ulat sutera lokal
9. Pengadaan alat pemintal dan AMTB
10. Pengembangan desain sutera
11. pengembangan produk turunan
12. memperkuat kelembagaan baik dari segi financial maupun struktur strukturnya.
Bupati Soppeng dalam sambutannya berharap seluruh pihak dapat menerapkan konsep rancangan pengembangan sutera kedepan.
“ dalam mewujudkan program ini perlu proses juga butuh keseriusan dan kerjasama yang maksimal dari kita semua oleh karena itu saya harapkan dari IPB, Kemenko perekonomian dan pertanian bersama sama memikirkan tindak lanjut dari pertemuan ini sehingga ada titik terang menuju langkah yang lebih baik dalam gambaran singkat dalam pengembangan sutera ini” harapnya.
“ langkah langkah yang telah dilakukan pemerintah kabupaten soppeng seperti pemberian bibit gratis dan memberikan kemudahan dalam pengolahan areal penanaman murbei, pokoknya selama mau mengelola lahan murbei silahkan pakai alat pertanian secara gratis” tuturnya.
Kaswadi berharap kedepan Kota Soppeng bisa menjadi Daerah penghasil Sutera terbesar dan menjadi daerah tujuan wisata.
Turut hadir dalam pertemuan ini Prof Dr. Ir.Muh.Yusran massijaya, MS (IPB), prof Dr.Ir.Evy Damayanti, MS (IPB), Prof.Dr.Ir.Hadi Susilo, Edi Sensudi (Kemenko Ekon) dan Gea Andi Satria (Kemenko Ekon), Sekda Soppeng, Asisten dan staf Ahli Stda, Para Kepala SKPD, Para Kepala Bagian Setda, dan undangan lainnya.