Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH,MH  membuka Seminar nasional anti korupsi dengan tema “Strategi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Demi Mewujudkan Pemerintahan Kabupaten Soppeng yang Bersih dan Melayani Lebih Baik”, Senin (25/09) di ruang pola kantor Bupati Soppeng.

Ketua Panitia Muhammad Rusdianto dalam laporannya menyampaikan bahwa Korupsi merupakan suatu hal yang sangat kronis yang harus diberantas, target peserta yang kami hadirkan adalah para unsur skpd dan para kepala sekolah SMP/SMA se Kab.Soppeng, kami memilih sekolah karena sekolah harus menjadi tempat upaya pencegahan korupsi sejak dini untuk mempersiapkan generasi anti korupsi yang tanggap dengan isu korupsi.

“harapan kami dengan adanya seminar ini kami meminta kpd seluruh pserta untuk menggali ilmu dan informasi dari narasumber” Kata Rusdianto.

Wakil Bupati Supriansa,SH,MH yang sekaligus membuka seminar secara resmi mengatakan bahwa Seminar korupsi seperti ini sebaiknya kepala desa patut dihadirkan, karen kepala desa memegang anggaran desa paling banyak yaitu tertinggi 2,6 M dan yang terendah 1,4 M,  yang menurut saya rawan dalam penggunaannya

“kita berada dinegara yang sangat rawan dalam kasus korupsi, dana-dana yang masuk membuat kita terperdaya, kadang-kadang orang lain yang menggunakan uang, kita sebagai pemimpin yang harus bertanggung jawab, itulah konsekuensinya” ungkap Supriansa.

Supriansa menambahkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang kaya raya namun kita menjadi miskin akibat para pelaku korupsi, dana dimanfaatkan secara tidak benar oleh orang-orang pemangku jabatan yang memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya, korupsi jika tidak diperangi, kapan republik ini bisa berdiri diatas kaki sendiri sementara utang indonesia sendiri sangat banyak.

“Pemerintah membuat aturan-aturan yang bertujuan agar keuangan berjalan dengan lancer,  ada LSM, masyarakat, media dan lembaga-lembaga lainnya yang mengawasi kita dalam  pengelolaan keuangan Negara, uang bukan segalanya, uang tidak dibawa mati, kepada seluruh peserta seminar ikutilah seminar ini sebagai bekal pengetahuan kita untuk mencegah tindakan korupsi” Harap Supriansa